Page 179 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 179

Title          BURUH TOLAK ATURAN BAYAR THR BISA DICICIL ATAU DITUNDA
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      07 Mei 2020
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5005798/buruh-tolak-at uran-bayar-thr-
               Page/URL
                              bisa-dicicil-atau-ditunda
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative






               Buruh tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak
               ketentuan tunjangan hari raya (THR) keagamaan melalui surat edaran (SE) yang
               dikeluarkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah. Ada sejumlah poin
               dalam SE tersebut, salah satunya terkait perusahaan yang tidak mampu membayar
               THR bisa menyicil atau menunda THR dengan ketentuan dialog untuk mencapai
               kesepakatan dengan pekerja/buruh. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, ada
               beberapa alasan pihaknya menolak SE tersebut. Pertama, SE itu seharusnya punya
               cantolan hukum yang jelas.

               "Yang pertama seharusnya di dalam SE itu mencantumkan dengan jelas cantolan
               hukumnya apa dalam THR itu. Cantolan dalam THR itu PP Nomor 78 Tahun 2015
               yang menyatakan dua hal. Satu setiap pengusaha wajib membayar THR, cantolan
               hukumnya jelas," katanya kepada detikcom, Kamis (7/5/2020).

               Masih mengacu dalam PP tersebut, pekerja dengan masa kerja di atas satu tahun
               mendapat THR minimal 1 bulan upah. Sementara pekerja yang di bawah 1 bulan
               dihitung proporsional.

               "Fakta di lapanganya tidak semua perusahaan tidak mampu, banyak sekali
               perusahaan yang mampu," ujarnya. Kedua, pihaknya menolak karena dalam SE
               tersebut karena menggeneralisir semua perusahaan. Sehingga, perusahaan bisa
               menyicil hingga menunda pembayaran THR.

               "Kedua kami menolak yang mengeneralisir, kan dalam klausul SE yang baru itu
               generalisir bahwa setiap perusahaan boleh melakukan penundaan, mengurangi nilai
               THR di bawah 100% atau bahkan tidak membayar sama sekali, atau mencicil.
               Klausul itu menjelaskan tentang hal-hal tesebut. Kami menolak itu," terangnya.

               Jelas Said, yang disebut THR sendiri tidak ada yang dicicil. Kemudian, THR mesti
               dibayarkan saat lebaran karena untuk menjaga daya beli masyarakat.

               "Tujuan THR apa sih, coba baca PP 78 tujuan THR menjaga daya beli buruh atau
               masyarakat agar pada saat lebaran dia punya kemampuan membeli. Harga-harga
               pasti naik, nggak mungkin nggak naik," ujarnya.

               "SE tidak punya kekuatan hukum dia bertentangan dengan PP, buruh boleh menolak
               SE tersebut," imbuhnya.




                                                      Page 178 of 276.
   174   175   176   177   178   179   180   181   182   183   184