Page 177 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 177

akhir tahun, karena lebih baik ada kepastian agar pengusaha dan karyawan dapat
               membuat perencanaan bersama dengan baik," tuturnya kepada Bisnis, Kamis, (7/5).

               Dia mengamini bahwa THR memang penting untuk menjaga kemampuan daya beli
               konsumen. Kendati demikian, menurutnya, pembayaran THR memberatkan para
               pengusaha yang tengah mempentingkan kemampuan cashflow agar perusahaan
               bisa bertahan saat pandemi, di mana penjualan barang sedang rendah dan
               menurun.

               "Adapun, saat ini yang lebih penting daripada THR, ialah bagaimana perusahaan
               dapat meminimalisir atau menghindari terjadi PHK [Pemutusan Hubungan Kerja],"
               ujarnya.

               Senada, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance
               (Indef),Enny Sri Hartati mengamini bahwa yang paling utama dibutuhkan oleh
               tenaga kerja sekarang mereka tidak kena PHK.

               "Karena kalau tidak kena phk minimal mereka masih mendapatkan haknya.
               Walaupun terdapat skema pembayaran gaji dan THR dengan sistem mencicil, tetapi
               mereka tidak dihadapkan pada keputusan PHK," jelasnya.

               Dia menjelaskan bahwa pandemi corona memberikan dampak sangat besar pada
               bisnis dan cashflow perusahaan sehingga pelaku dapat mengalami collaps bila
               memaksakan untuk memenuhi pembayaran THR secara penuh bila tidak mampu
               untuk dilakukan, yang berkorelasi pengangguran dapat meningkat.

               "Namun, kondisi ini tidak boleh digunakan sebagai moral hazard terus semua
               pengusaha ramai-ramai tidak mampu dan tidak sanggup. Perlu ada kriteria dari
               kemenaker untuk memiliki alat yang melapor kondisi saat ini," jelasnya.

               Di sisi lain, Kebijakan terkait relaksasi tentang pembayaran THR disambut baik oleh
               Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI).

               Sekretaris Jenderal OPSI Timboel Siregar mengatakan adanya THR adalah untuk
               mendukung daya beli pekerja dan keluarganya ketika merayakan Lebaran.
               Mengingat, biasanya pada hari raya terjadi proses silaturahmi dengan keluarga dan
               kerabat, dan tentunya harga-harga naik ketika mendekati Lebaran.

               Ini merupakan aspek sosioligis dan ekonomi bagi pekerja yang merayakan hari raya.
               Karena itu wajib dibayarkan pengusaha. Kendati, kata Timboel, di masa pandemi
               Covid-19 ini memang pembayaran THR akan mengalami masalah mengingat
               perusahaan mengalami permasalahan dengan arus keuangan sehingga akan
               mengalami kesulitan untuk membayar full THR pada H-7.

               "Saya menilai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan adalah baik dan bisa dijadikan
               acuan bagi perusahaan dan pekerja [atau SP/SB] untuk pembayaran THR ini. Pihak





                                                      Page 176 of 276.
   172   173   174   175   176   177   178   179   180   181   182