Page 175 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 175
Di samping perkara 46 ABK tersebut, terdapat kasus tiga ABK meninggal dunia
ketika masih di atas kapal yang kemudian jenazahnya dilarung di laut lepas, atau
diperlakukan dengan cara burial at sea.
Pemerintah maupun perusahaan pengelola kapal ikan Long Xing 629 dan Tian Yu 8
menyebut pelarungan tiga jenazah anak buah kapal (ABK) Indonesia telah sesuai
prosedur internasional. Mereka juga mengklaim langkah itu sudah disetujui keluarga
yang bersangkutan.
"Pihak kapal telah memberi tahu pihak keluarga (dari seorang ABK berinisial AR) dan
telah mendapat surat persetujuan pelarungan di laut tertanggal 30 Maret 2020.
Pihak keluarga juga sepakat untuk menerima kompensasi kematian dari kapal Tian
Yu 8," kata Retno.
AR adalah ABK di kapal Long Xing 629 yang mengalami sakit pada 26 Maret dan
dipindahkan ke kapal Tian Yu 8 untuk dibawa berobat ke pelabuhan. Namun dia
kritis sehingga meninggal dunia pada 30 Maret pagi. Jenazah AR dilarung ke laut
lepas keesokan paginya, 31 Maret.
Sementara kasus dua ABK lain yang dilarung terjadi pada Desember 2019.
Keduanya juga merupakan ABK kapal Long Xing 629. Mereka meninggal dunia
ketika kapal berlayar di Samudera Pasifik.
"Keputusan pelarungan jenazah dua orang ini diambil kapten kapal karena kematian
disebabkan oleh penyakit menular dan hal itu berdasarkan persetujuan awak kapal
lainnya," ujar retno, mengutip keterangan yang sama dari pihak pengelola kapal.
Page 174 of 276.

