Page 174 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 174

"Secepatnya akan kita upayakan untuk penyelesaiannya, karena kita harus lakukan
               pengecekan keseluruhan dokumen. Sementara untuk perusahaan yang izinnya dari
               Hubla (SIUPPAK) kami akan berkoordinasi dengan Hubla untuk pemeriksaannya,"
               ucapnya.

               Kondisi 46 ABK WNI

               Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi memaparkan kronologi rinci kasus anak buah
               kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal berbendera China, setelah disorot
               terkait perbudakan dan pelarungan jenazah di laut.

               Melalui pernyataan pers secara daring pada Kamis sore, Retno menjelaskan
               perlindungan terhadap 46 ABK yang tengah diupayakan pemerintah saat ini. Serta
               kasus tiga ABK meninggal dunia yang jasadnya dilarung ke laut.

               Jumlah 46 ABK tersebar di empat kapal ikan perusahaan China, yakni 15 orang di
               kapal Long Xing 629, delapan orang di kapal Long Xing 605, tiga orang di kapal Tian
               Yu 8, dan 20 orang di kapal Long Xing 606.

               "Sejak 14-16 April 2020, KBRI Seoul menerima informasi adanya kapal Long Xing
               605 dan Tian Yu 8 berbendera Tiongkok yang akan berlabuh di Busan membawa
               ABK WNI, serta informasi adanya WNI yang meninggal dunia di kapal tersebut,"
               kata Retno.

               Kapal Long Xing 605 dan Tian Yu 8 adalah dua kapal yang membawa seluruh 46
               ABK Indonesia melalui perairan Korea Selatan, dan sempat berlabuh di Busan.
               Kedua kapal itu saat ini sudah berlayar ke China.

               Kedua kapal tersebut sempat tertahan karena 35 ABK Indonesia yang dialihkan dari
               Long Xing 629 dan Long Xing 606 tidak terdaftar sebagai ABK di kedua kapal yang
               berlabuh di Busan, sehingga mereka dianggap sebagai penumpang oleh otoritas
               pelabuhan.

               Sebagian besar dari 46 ABK tersebut telah pulang ke tanah air, yakni total 11 orang
               ABK Long Xing 605 dan Tianyu 8 sudah kembali sejak 24 April, serta 18 orang ABK
               Long Xing 606 sudah kembali pada 3 Mei.

               Sementara dua sisa ABK Long Xing 606 masih berada di perairan Korea untuk
               menyelesaikan proses keimigrasian sebelum dipulangkan kemudian, serta 15 ABK
               Long Xing 629 akan dipulangkan pada 8 Mei setelah sempat dikarantina di hotel
               selama 14 hari.

               Dari 15 ABK Long Xing 629 yang akan kembali ke tanah air esok hari, satu orang
               telah meninggal dunia pada 27 April, usai dirawat sehari sebelumnya. Keterangan
               Busan Medical Center menunjukkan bahwa dia menderita pneumonia.

               Pelarungan Jenazah ABK WNI



                                                      Page 173 of 276.
   169   170   171   172   173   174   175   176   177   178   179