Page 170 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 170

Title          JERIT BURUH MELIHAT IZIN PEMERINTAH UNTUK TUNDA THR
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      07 Mei 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200507175119-97-501081/jerit-bu ruh-
               Page/URL
                              melihat-izin-pemerintah-untuk-tunda-thr
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Ayu (19 tahun) hanya bisa pasrah mengetahui perusahaan tempatnya bekerja
               memutuskan untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) secara bertahap.
               Keputusan perusahaan membuat Ayu batal memenuhi janji kepada ibunda. Padahal,
               Ayu yang sehari-hari bekerja di perusahaan yang memproduksi Kabel Listrik di
               Cirebon, Jawa Barat, telah menyanggupi permintaan dari sang bunda untuk
               membantu renovasi rumah begitu THR turun.

               "Dengar-dengar akan diberikan pertengahan Mei ini. THR cuma 50 persen bulan ini,
               sisanya diberikan Desember," ujar Ayu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/5).

               Kesedihan Ayu tak berhenti sampai di sana. Ia juga harus menerima kenyataan gaji
               yang diterimanya dalam beberapa bulan ke depan akan dipotong oleh perusahaan.
               Hal ini merupakan imbas dari kerugian yang dialami perusahaan selama pandemi
               virus corona.

               "Selama tiga bulan gaji akan dipotong 15 persen akibat turunnya orderan," kata Ayu
               dengan nada lesu. Ayu mengaku tak bisa berbuat apa-apa dengan kondisi yang ada
               sekarang. Belum lagi ia harus memberikan penjelasan kepada ibunda dan keluarga
               soal pemberian THR yang dicicil dan gaji tiap bulan yang dipotong 15 persen. Meski
               gundah, Ayu tetap bersyukur tidak mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
               seperti cerita para buruh di luar sana.

               "Masih bersyukur THR 100 persen meski dua kali, dan tidak di-PHK," ucap Ayu
               mencoba tetap ceria.

               Keresahan juga dialami Diki (32 tahun). Pria yang bekerja di sebuah perusahaan
               percetakan di Jakarta itu pun berharap perusahaan tempatnya bekerja tidak
               mencicil pemberian THR.

               "Ini apa lagi, jangan sampai THR ditunda. Saya sekeluarga sudah banyak berharap,
               teman-teman juga yang banyak cicilan," kata dia.

               Diki mengaku ia dan rekan-rekan kerjanya amat berharap pada pemberian THR
               untuk melunasi cicilan pinjaman online. Jika perusahaan tidak memberikan THR
               secara penuh, Diki meyakini para pekerja akan sangat kecewa. Didi juga menilai







                                                      Page 169 of 276.
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175