Page 204 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 204
Title INGIN ATUR SOAL THR, DISNAKER DKI TUNGGU SURAT KEMENAKER
Media Name mediaindonesia.com
Pub. Date 06 Mei 2020
https://mediaindonesia.com/read/detail/310578-ingin-atur-soal-thr-disn aker-dki-tunggu-
Page/URL
surat-kemenaker
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta hingga saat ini harap-
harap cemas dengan kepastian turunnya Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para
buruh. Pasalnya, sampai sekarang Kementerian Tenaga Kerja belum jua
menerbitkan surat keputusan mengenai pemberian THR. Kepala Dinas Tenaga
Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan setiap
tahun pihaknya harus menunggu surat itu terbit untuk menyosialisasikan kebijakan
THR kepada pengusaha sekaligus menekankan agar THR diberikan dalam kurun
waktu tertentu.
"Kami di WhatsApp grup Kadisnaker seluruh Indonesia yang ada pejabat
kementerian, kita tanya terus. Kapan turun? Kapan turun? Karena banyak yang
tanya," kata Andri, Selasa (5/5).
Andri mengatakan hingga kini belum ada perusahaan yang mengajukan keberatan
untuk memberi THR. Namun, mengingat banyaknya jumlah perusahaan yang sudah
melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat covid-19, pihaknya
memprediksi akan ada perusahaan yang tidak mampu memberikan THR.
"Sampai dengan saat ini permohonan itu belum ada, tapi kalau dilihat dari jumlah ini
pasti ada perusahaan yang tidak membayar THR. Nah, berkaitan dengan hal
tersebut, makanya kami menunggu arahan dari Kementerian Ketenangakerjaan,"
terangnya. Di sisi lain, ia belum bisa memastikan apapun terkait izin bagi
perusahaan untuk tidak membayarkan THR. Hal itu tidak bisa dilakukan selama
belum ada kebijakan dari Kemenaker.
"Saya tidak bisa beramsumsi, makanya saya tunggu surat kementerian baru nanti
setelah mendapat surat pasti saya akan panggil dari Apindo, Kadin, serikat, federasi,
kira-kira apa langkah yang harus kita ambil? Saya gak berani (memutuskan).
Kenapa? Ya, mohon maaf yang sudah pasti saja kadang berubah, apalagi yang
belum," tegasnya.
Sementara itu, selama pandemi ada 6.782 perusahaan yang melakukan PHK kepada
50.891 pekerja. Hal ini diketahui dari pendataan yang dilakukan oleh Dinas Tenaga
Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI dalam dua tahap. Pekerja yang di-PHK tahap I
pada 2-4 April ada 30.363 orang. Jumlah perusahaan 3.361. Pekerja yang di-PHK
tahap II pada 8-9 April ada 20.528 orang. Jumlah perusahaan 3.421.
Page 203 of 276.

