Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 200
Title KEMNAKER SELIDIKI POTENSI PELANGGARAN DI KASUS PELURANGAN JENAZAH ABK
Media Name antaranews.com
Pub. Date 07 Mei 2020
https://www.antaranews.com/berita/1475289/kemnaker-selidiki-potensi-pe langgaran-di-
Page/URL
kasus-pelurangan-jenazah-abk
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah menyelidiki
kemungkinan pelanggaran aspek ketenagakerjaan dalam kasus jenazah anak buah
kapal (ABK) yang dilarung ke laut dari sebuah kapal asal China.
"Kita tegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak akan menolelir apabila
terdapat penyimpangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan,baik terkait proses
penempatan maupun pemenuhan hak pekerja. Kita akan melakukan tindakan tegas
sesuai ketentuan yang berlaku," kata Plt Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Aris
Wahyudi melalui siaran pers kementerian yang diterima di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, beberapa aspek ketenagakerjaan yang akan diselidiki, antara lain
perizinan, syarat kerja dan izin hubungan kerja, terjadinya kerja paksa dan
kekerasan di tempat kerja, trafficking , potensi mempekerjakan anak hingga sarana
keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Meski pemberian izin penempatan ABK tidak sepenuhnya berada di Kemnaker
dengan Surat Ijin Perusahaan Penempatan PMI (SIP3MI), karena Kementerian
Perhubungan juga dapat melakukannya lewat Surat Izin Usaha Perekrutan dan
Penempatan Awal Kapal (SIUPPAK) bagi agen penempatan, pihak Kemnaker akan
tetap melakukan investigasi terkait hal itu.
Investigasi itu akan melingkupi aspek ketenagakerjaan, seperti pelanggaran
hubungan kerja dan norma ketenagakerjaan khususnya perlindungan pekerja
migran Indonesia.
Untuk itu, tegasnya, Kemnaker masih terus melakukan pemeriksaan dan sudah
berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian
Perhubungan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
"Untuk itu kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami akan
memastikan aspek ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja terpenuhi dan kasus ini
segera dapat diatasi dengan baik," tegas Aris.
Pewarta: Prisca Triferna Violleta Editor: Endang Sukarelawati COPYRIGHT (c)2020 .
Page 199 of 276.

