Page 195 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 195
Title KEMNAKER SELIDIKI KERJA PAKSA & PEKERJA ANAK DI KAPAL CHINA YANG VIRAL
Media Name detik.com
Pub. Date 07 Mei 2020
https://news.detik.com/berita/d-5006058/kemnaker-selidiki-kerja-paksa- -pekerja-anak-
Page/URL
di-kapal-china-yang-viral
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Kementerian Ketenagakerjaan masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman
terhadap kasus jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang dilarung ke laut
oleh sebuah kapal asal China. Plt. Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan
Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Aris Wahyudi mengatakan hingga
kini pihaknya masih berkoordinasi dengan lintas kementerian, mengingat kasus ini
terjadi di luar negeri.
"Kita juga terus melakukan koordinasi dengan Kemenlu, KKP, dan Kemenhub
mengingat kejadian ini terjadi di luar negeri," ujar Aris dalam keterangannya, Kamis
(7/5/2020)
Aris menjelaskan Kemnaker akan fokus melakukan investigasi pada aspek-aspek
ketenagakerjaan yaitu pelanggaran hubungan kerja, dan pelanggaran norma
ketenagakerjaan, khususnya perlindungan pekerja migran Indonesia. Jenis-jenis
pelanggaran yang akan diselidiki antara lain perizinan ketenagakerjaan, syarat kerja
dan izin hubungan kerja, terjadinya kerja paksa dan kekerasan di tempat kerja,
trafficking, potensi mempekerjakan pekerja anak, hingga sarana Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (K3).
"Kita tegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan tidak akan mentolerir apabila
terdapat penyimpangan yang dilakukan oleh pihak perusahaan baik terkait proses
penempatan maupun pemenuhan hak pekerja. Kita akan melakukan tindakan tegas
sesuai ketentuan yang berlaku," jelasnya.
Sebagai informasi tambahan, bahwa pemberian izin penempatan bagi perusahaan
untuk ABK selama ini tidak sepenuhnya berada di Kemnaker (melalui SIP3MI/Surat
Izin Perusahaan Penempatan PMI), mengingat Kementerian Perhubungan (Cq.
Ditjen Hubla) juga mengeluarkan SIUPPAK (Surat Izin Usaha Perekrutan dan
Penempatan Awak Kapal) bagi agen penempatan yang biasa disebut manning
agent.
"Untuk itu kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kami akan
memastikan aspek ketenagakerjaan dan hak-hak pekerja terpenuhi dan kasus ini
segera dapat diatasi dengan baik," pungkas Aris.
Page 194 of 276.

