Page 259 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 MEI 2020
P. 259
Title TREN PENURUNAN KEMISKINAN 10 TAHUN BERBALIK ARAH AKIBAT COVID-19
Media Name tirto.id
Pub. Date 06 Mei 2020
Page/URL https://tirto.id/tren-penurunan-kemiskinan-10-tahun-berbalik-arah-akib at-covid-19-flvH
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan angka kemiskinan dipastikan akan naik
usai pandemi Corona atau COVID-19 memukul perekonomian Indonesia.
Ia bilang tren kenaikan angka kemiskinan ini sudah terasa meski dalam waktu relatif
singkat yaitu Maret-Mei 2020.
"Jumlah angka kemiskinan akan naik," ucap Sri Mulyani dalam rapat dengan
pendapat virtual bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (6/5/2020).
Sangking parahnya, Sri Mulyani mengatakan, "Bayangkan COVID-19 baru terjadi
beberapa bulan, semua pencapaian kemiskinan dari 2011-2020 ini mengalami
reverse kembali."
Adapun menurut data BPS, pada Maret 2012 saja ada 29,26 juta penduduk miskin
setara 11,96 persen dari total penduduk.
Angkanya kemudian menurun secara perlahan, tahun 2019 menjadi sebanyak 25,14
juta penduduk atau 9,41 persen dari total penduduk.
Sri Mulyani menyatakan pemerintah akan mengantisipasi dampak lonjakan ini
terutama melalui belanja bansos.
Dengan demikian kemiskinan tidak melonjak akibat PHK maupun penurunan
kegiatan ekonomi informal dan UMKM. Dari data Kemnaker saja selama 1,5 bulan ini
ada lonjakan 2 juta angka pengangguran.
"Ini tidak mudah. Kalau di berbagai negara mereka beri insentif pembayaran gaji
karyawan ke perusahaan agar tidak PHK. Tapi itu untuk negara kaya, kita bisa
belajar tapi dari kemampuan APBN untuk itu semua ada batas," ucap Sri Mulyani.
Tidak hanya Sri Mulyani, prediksi kemiskinan bakal meningkat juga diamini oleh
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Akhmad Akbar Sutanto.
Ia bilang jumlah penduduk miskin Indonesia bakal menambah 5,1-12,3 juta orang
miskin dalam negeri pada Q2 2020 yang terbagi menjadi tiga skenario.
Page 258 of 276.

