Page 103 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 desember 2019
P. 103
perlahan dikenalkan dengan ideologi baru.
"Pancasila dibilang enggak cocok, yang cocok khilafah. Ada saudara-saudara kita
yang mulai belajar itu," ungkapnya.
Mereka yang terpapar paham radikal itu, lanjut Ida, mulai menunjukkan pemikiran
dan tindakan yang intoleran. Mereka juga menjadi kurang menghargai perbedaan di
antara sesama saat bekerja di luar negeri.
Tak ada orang tua atau saudara dekat membuat PMI jadi lebih rentan terpapar.
Mereka tak bisa bertanya. Karena itu, Ida merasa penting untuk menguatkan
pemahaman bela negara sebelum PMI berangkat.
"Satu-satunya yang bisa menyelamatkan kita dari pemikiran semacam ini adalah
tetap ingat bahwa kita adalah Indonesia. Bangsa yang sejak dulu menerima dan
menghargai perbedaan, baik itu perbedaan agama, budaya, adat, suku dan
lainnya," jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Ida menegaskan, pemerintah tidak pernah melarang ekspresi beragama apapun.
Justru pemerintah sangat mendukung ketika anak-anak muda yang bekerja di luar
negeri tetap menjalankan ibadah secara rutin dan konsisten.
Ditemui dalam kesempatan sama, Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu
Trenggono turut mengamini kerentanan tersebut. Oleh sebab itu, sebagai garda
terdepan, PMI harus dibekali penguatan soal bela negara.
Trenggono sendiri belum bisa memastikan apakah akan ada pelatihan semi militer
nantinya. "Nanti kami rumuskan bersama seperti apa konsepnya. Yang jelas tahun
2020 bakal dimulai," tuturnya.
Calon pekerja migran Nurhayati, 38, mengaku tak keberatan harus menambah
pelatihan sebelum penempatan kerja di Singapura. Menurut perempuan asal
Banyuwangi ini, materi bela negara justru bakal semakin menambah wawasannya
soal cinta tanah air.
Page 102 of 118.

