Page 76 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 desember 2019
P. 76
perusahaan. Akan tetapi resiko ini bisa di-cover dan dialihkan ke asuransi. "Jadi,
secara prinsip ini menjadi jalan tengah pemerintah untuk memberikan jaminan
keamanan dan kenyamanan kerja," ungkap Ajib.
Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi merevisi peraturan santunan
bagi tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal. Aturan ini
tertuang di Peraturan Pemerintah (PP) No 82 Tahun 2019.
Poin penting perubahan peraturan ini diantaranya pada manfaat jaminan kecelakaan
kerja bagi tenaga kerja, pemerintah menambahkan tiga poin. Pertama, penanganan
termasuk komordibitas dan komplikasi yang berhubungan dengan kecelakaan kerja
dan penyakit akibat kerja.
Kedua, peraturan ini juga memasukkan perawatan di rumah atau home care bagi
peserta (tenaga kerja ) yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan ke
rumah sakit, dengan ketentuan, dilaksanakan bekerjasama dengan fasilitas
pelayanan kesehatan, dan manfaat yang diberikan maksimal selama setahun
dengan nilai paling besar Rp 20 juta.
Ketiga, adanya perubahan santunan uang penggantian biaya transportasi bagi
tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja. Jika transportasi darat sebelumnya
maksimal Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, transportasi laut dari Rp 1,5 juta
menjadi Rp 2 juta. Sedangkan transportasi udara dari maksimal Rp 2,5 juta menjadi
Rp 10 juta.
Kemudian, santunan sementara bagi pekerja alias tenaga kerja yang tidak mampu
bekerja. Khususnya santunan enam bulan kedua yang sebelumnya sebesar 75%
dari upah, diubah menjadi 100% dari upah. Santunan biaya pemakaman sebesar Rp
3 juta, di PP No 82 diubah menjadi Rp 10 juta.
Selanjutnya, santunan beasiswa kepada anak pekerja meninggal yang masih
bersekolah. Jika peraturan lama sebesar Rp 12 juta bagi tiap anak, di aturan baru
diperinci dan dibatasi santunan kepada dua orang anak dari tenaga kerja .
Perinciannya jika anak tenaga kerja yang masih sekolah TK/SD santunan Rp 1,5 juta
per tahun maksimal 8 tahun. Sementara SMP sebesar Rp 2 juta per tahun maksimal
tiga tahun. SMA sebesar Rp 3 juta per tahun selama maksimal 3 tahun.
Perguruan tinggi S1 sebesar Rp 12 juta per orang per tahun maksimal selama 5
tahun. Pengajuan beasiswa dilakukan setiap tahun, dan maksimal umur penerima
santunan 23 tahun.
Bagi pekerja meninggal manfaat jaminan kematian bagi peserta tenaga kerja yang
masih aktif bekerja saat meninggal; pertama, santunan sekaligus Rp 20 juta
diberikan kepada ahli waris. Kedua, peraturan ini mewajibkan santunan berkala
dibayar sekaligus Rp 24 juta.
Page 75 of 118.

