Page 138 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 138
Title BALEG DPR MENGAKU BELUM TERIMA DRAF RESMI RUU OMNIBUS LAW
Media Name cnnindonesia.com
Pub. Date 21 Januari 2020
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200121134713-20-467285/baleg-d pr-
Page/URL
mengaku-belum-terima-draf-resmi-ruu-omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi ( Baleg ) DPR Rieke Dyah Pitaloka mengaku
pihaknya belum menerima draf resmi semua rancangan undang-undang (RUU)
terkait Omnibus Law dari pihak pemerintah.
Diketahui, Pemerintah tengah menginisiasi empat omnibus law yakni omnibus law
RUU Kefarmasian, RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka), RUU Fasilitas Perpajakan
untuk Penguatan Perekonomian, dan RUU Ibu Kota Negara.
"Belum [diterima], ini kan belum tahapan ke situ," kata Rieke di Kompleks
MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/1) Lebih lanjut, Rieke menyatakan pihaknya
saat ini masih menggodok agar 50 RUU bisa disetujui masuk di Program Legislasi
Nasional (Prolegnas) tahun 2020 dalam rapat paripurna DPR.
Rieke mengatakan pihaknya tak akan membahas RUU terkait omnibus law yang
dikirim pemerintah apabila belum disetujui DPR lewat rapat paripurna.
"Kalau pun pemerintah mengirim kan draf ini tidak disahkan prolegnas prioritas
2020 di paripurna maka tidak akan terjadi pembahasan," kata dia.
Rieke enggan mengomentari terkait beredarnya draf RUU Cilaka yang kini beredar di
tengah-tengah publik. Ia pun menyatakan masih menunggu dokumen resmi dari
pemerintah terkait hal tersebut.
"Kalau sudah ada dokumen resminya pasti kita sampaikan juga ke publik tapi kita ga
akan berasumsi," kata politikus PDIP tersebut.
Selain itu, Rieke menyatakan pihaknya membuka peluang untuk menerima masukan
dari pelbagai pihak untuk menyempurnakan proses RUU Cipta Lapangan Kerja. Hal
itu tak lepas dari banyaknya protes dari serikat buruh yang mempersoalkan
beberapa subtansi di RUU tersebut.
"Jadi tetap membuka ruang juga untuk hal-hal tertentu baik itu yang menyangkut
perhatian publik maupun secara subtansi memang penting bagi bangsa dan negara
gitu. Itu bisa dibuka lagi," kata dia.
(rzr/kid).
Page 137 of 152.

