Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 133

Title          OMNIBUS LAW DIKHAWATIRKAN PERMUDAH PHK MASSAL, INI SEBABNYA
               Media Name     tempo.co
               Pub. Date      21 Januari 2020
                              https://bisnis.tempo.co/read/1297810/omnibus-law-dikhawatirkan-permuda h-phk-
               Page/URL
                              massal-ini-sebabnya
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive
















               Koordinator Advokasi Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi
               (Sindikasi), Nur Aini, khawatir Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja akan mendorong terjadinya pemutusan hubungan kerja atau PHK
               massal. Pasalnya, beleid itu mengatur soal penurunan nilai pesangon yang akan
               diberikan pemberi kerja.

               Besar pesangon untuk pekerja yang d"Jadi pengusaha lebih mudah mem-PHK para
               pekerjanya," ujar Nur Aini, Senin, 20 Januari 2020.

               Nur Aini juga khawatir Omnibus Law yang salah satu semangatnya agar lebih
               mudah membuka lapangan kerja baru, bakal punya sisi negatif. Karena bukan tak
               mungkin, rancangan beleid itu akan membuat prosedur PHK dipermudah.

               Selain itu, Nur Aini khawatir beleid itu akan memberlakukan upah minimum kepada
               pekerja yang belum genap setahun bekerja. Setelah melewati masa itu, pekerja dan
               pengusaha boleh melakukan diskusi untuk menentukan besaran gajinya.

               "Pemerintah selalu bilang upah minimum tetap ada di Omnibus Law. Upah minimum
               ini untuk siapa?" ucap Nur Aini. "Jika berdasarkan kesepakatan, maka ada
               kemungkinan gaji pekerja akan dibayarkan di bawah upah minimum."

               Oleh karena itu, Nur Aini menilai Omnibus Law ini tidak memberikan perlindungan
               kepada pekerja, melainkan hanya memberikan keuntungan bagi para pengusaha.
               Sebaliknya, pemerintah hanya berpikir bagaimana meningkatkan investasi, tanpa
               berfikir kepada sektor lain.

               Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud
               MD menegaskan pemerintah dan DPR membuka diri terhadap masukan dalam
               pembahasan Omnibus Law jika dirasa ada yang merugikan buruh.

               "Pasti harus wajib membuka diri," kata Mahfud, di Kantor Kemenko Polhukam,
               Jakarta, Senin, menanggapi adanya aksi buruh yang menolak RUU Omnibus Law




                                                      Page 132 of 152.
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138