Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 22 JANUARI 2020
P. 32

Title          BURUH SERANG DESAK OMNIBUS LAW RUU CILAKA TAK DILANJUTKAN
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      21 Januari 2020
                              https://republika.co.id/berita/q4f0bp382/buruh-serang-desak-omnibus-la w-ruu-cilaka-
               Page/URL
                              tak-dilanjutkan
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive












               Puluhan buruh dari perwakilan Federasi Serikat Buruh di Banten mendatangi gedung
               DPRD Banten di Serang, Senin (20/1), menolak pembentukan Omnibus Law Cipta
               Lapangan Kerja (Cilaka).

               Para perwakilan buruh tersebut meminta kepada lembaga legislatif di Provinsi
               Banten tersebut membawa tuntutan mereka ke DPR RI agar pembentukan UU
               Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) tidak dilanjutkan. Kedatangan para
               buruh diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD Banten Barhum dan Kepala
               Disnakertans Banten Al Hamidi di Gedung Serba Guna (GSG) DPRD.

               Ketua Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak Gas Bumi dan Umum
               DPD Banten, M Kamal Amrullah mengatakan, pembentukan UU Omnibus Law Cilaka
               memberatkan lantaran merugikan buruh.

               "Ada beberapa catatan dari hasil kajian materi draf naskah UU Omnibus Law Cilaka
               seolah-olah ditutupi dan hanya pernyataan-pernyataan saja dari pejabat sehingga
               memicu reaksi negatif. Omnibus Law Cilaka bukan cara yang terbaik untuk
               meningkatkan investasi dan meningkatkan lapangan kerja. Ada enam poin hal yang
               mendasar," katanya.

               Ke-enam point tersebut, kata dia adalah, menghilangkan upah minimum, kedua
               menghilangkan pesangon, ketiga fleksibilitas pasar kerja atau penggunaan
               outsourching, dan buruh kontrak diperluas.

               "Ke-empat, lapangan pekerjaan yang tersedia berpotensi diisi tenaga kerja asing
               (TKA) Unskill, kelima adalah jaminan sosial terancam hilang. Keenam
               menghilangkan sanksi pidana bagi pengusaha," kata Kamal.

               Melihat dari wacana omnibus law Cilaka, kata Kamal, sulit untuk meningkatkan
               kesejahteraan para pekerja atau buruh.

               "Ini bukan masalah pekerja. Tapi menyangkut permasalahan seluruh rakyat
               Indonesia. Dan secara tegas kami menolak terhadap rencana pembentukan
               Omnibus Law Cilaka," kata dia.



                                                       Page 31 of 152.
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37