Page 103 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 103

Dia mengatakan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang
              Perlindungan PMI, peran perlindungan PMI diserahkan kepada pemerintah baik pusat maupun
              daerah yang dimulai dari sebelum, selama, dan setelah bekerja. "Di sinilah peran pentingnya
              untuk memastikan pekerja migran mendapatkan perlindungan sejak berangkat hingga kembali
              ke kampung halaman," ujar Ida, Menaker mengatakan pihaknya menyadari, tingginya minat
              masyarakat untuk bisa bekerja di luar negeri harus dibarengi dengan informasi dan tata cara
              yang sesuai dengan aturan perundang-undangan. Hal ini penting agar terhindar dari risiko-risiko
              yang dapat berujung pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
              Menurut  Menaker,  secara  kongkrit,  perlindungan  tersebut  menjadi  tupoksi  dari  Satgas
              Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMMI). Lewat Satgas ini tentunya diharapkan dapat
              dilakukan  pencegahan  pengiriman  dan  penempatan  PMI  non-prosedural,  serta  membahas
              tantangan dan solusi terkait pelayanan dan perlindungan pekerja migran.

              Terbaru,  salah  satu  perlindungan  yang  dilakukan  oleh  Satgas  PPMI  adalah  memfasilitasi
              pendampingan pemulangan salah satu pekerja migran asal Palu dari Riyadh, Arab Saudi, awal
              Oktober lalu.
              Sementara itu, Direktur Jenderal Binapenta & PKK, Suhartono menjelaskan, keberadaan Satgas
              PPMI merupakan amanat dari Undang-Undang 18 Tahun 2017.

              Sejatinya Satgas tersebut telah terbentuk sejak 2012, dengan nama Satuan Tugas Pencegahan
              TKI Non Prosedural yang berada di tingkat pusat dan 14 wilayah debarkasi/embarkasi. Pada
              2020, satgas itu berubah nama menjadi Satgas PPMI, dengan tujuan perluasan cakupan tugas
              dan fungsi sesuai undang-undang yang berlaku. (E-3)












































                                                           102
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108