Page 119 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 119

mendapatkan manfaat layanan tambahan berupa fasilitas pembiayaan perumahan yang dibiayai
              dari dana investasi program JHT.
              Pemerintah melalui Kemnaker telah menerbitkan Permenaker Nomor 17 Tahun 2021 tentang
              Tata  Cara  Pemberian,  Persyaratan,  dan  Jenis  Manfaat  Layanan  Tambahan  Dalam  Program
              Jaminan Hari Tua.

              Ia mengatakan, ini merupakan kabar baik bagi peserta program JHT dan pengusaha/pemberi
              kerja  dalam  memberikan  kemudahan  bagi  pekerja  untuk  memiliki  rumah  sendiri,  serta
              membantu pemerintah dalam menyediakan rumah bagi masyarakat.

              "Kepada  BPJS  Ketenagakerjaan  segera  melakukan  sosialisasi  secara  masif  program  MLT  ini
              kepada pekerja, pengusaha, perusahaan pembangunan perumahan (developer), dan perbankan
              melalui perjanjian kerja bersama dengan perbankan yang tergabung dalam Himbara (Himpunan
              Bank Milik Negara) maupun Aasbanda (Asosiasi Bank Daerah)," ucap Putri saat menyaksikan
              Penandatangan Kerja Bersama (PKB) Penyaluran Manfaat Layanan Tambahan Program Jaminan
              Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, Kamis (28/10/2021).

              Dalam mengoptimalkan penyaluran manfaat layanan tambahan perumahan pekerja, ada hal-hal
              baru yang diatur dalam Permenaker tersebut.

              Hal  tersebut  yakni  penambahan  bank  daerah  yang  tergabung  dalam  Asbanda,  penambahan
              skema baru berupa novasi yaitu pengalihan dari kredit pemilikan rumah atau KPR umum menjadi
              KPR  manfaat  layanan  tambahan,  serta  penyesuaian  suku  bunga  deposito  sebagai  dasar
              perhitungan suku bunga penempatan dan suku bunga pinjaman.

              Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

              Daftarkan email Dari perjanjian ini, Kemenaker menginginkan Bank Tabungan Negara (BTN)
              yang core bisnisnya di bidang perumahan agar dapat lebih memberikan kemudahan persyaratan
              perbankan  kepada  pekerja  yang  mengajukan  kredit  perumahan  melalui  program  manfaat
              layanan tambahan.

              Tahun 2017, realisasi penyaluran manfaat layanan tambahan perumahan bagi pekerja/buruh
              mengalami kenaikan sebanyak 658 unit rumah. Kemudian pada 2018, meningkat menjadi 1.385
              unit. Namun, pada 2019, penyaluran manfaat layanan tambahan terjadi penurunan sebanyak
              398 unit rumah.

              Sampai dengan tahun 2020, hanya 82 unit rumah yang tersalurkan dikarenakan tidak stabilnya
              kondisi perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19.

              "Saya  juga  berharap  kerja  samanya  dari  para  pengusaha/pemberi  kerja  serta  perusahaan
              pembangunan  perumahan  (developer)  untuk  menyediakan  atau  memfasilitasi  penyediaan
              perumahan bagi pekerja/buruh," kata Putri.

              Demi  membantu  pemerintah  mengurangi  backlog  perumahan  terutama  untuk  pekerja,  BPJS
              Ketenagakerjaan juga menawarkan program manfaat layanan tambahan perumahan.

              Adapun manfaat layanan tambahan perumahan ini terdiri dari empat jenis, yakni pinjaman uang
              muka perumahan (PUMP), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit konstruksi (KK), dan pinjaman
              renovasi perumahan (PRP).

              Untuk KPR, BPJS Ketenagakerjaan membedakannya menjadi dua macam yakni KPR subsidi dan
              non-subsidi.



                                                           118
   114   115   116   117   118   119   120   121   122   123   124