Page 206 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 206
BURUH MINTA UMR JATENG 2022 NAIK 10%, APINDO KEBERATAN
SEMARANG -- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah berharap kenaikan UMR
Jateng 2022 tetap rasional. Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, menilai permintaan kelompok
buruh terkait kenaikan UMP 2022 sebesar 10 persen dinilai memberatkan.
Frans Kongi menegaskan pihaknya setuju dengan kenaikan UMP. Namun dia berharap
kenaikannya tetap rasional.
"Yang jelas, Apindo Provinsi Jawa Tengah setuju dengan kenaikan UMP. Namun, kita harapkan
kenaikan tersebut bisa menyesuaikan dengan kondisi recovery yang tengah berjalan," jelas Frans
Kongi, Ketua Apindo Provinsi Jawa Tengah, Rabu (27/10/2021) seperti dilansir Bisnis.com.
Frans menegaskan komitmen Apindo memberikan upah yang layak terhadap kaum buruh. "Ini
tanggung jawab perusahaan. Bagaimana bisa memberikan upah yang baik, supaya karyawan
senang, produktivitasnya meningkat. Memang semua pengusaha maunya begitu," jelasnya.
Meski demikian, Frans menyebut sektor industri di Jawa Tengah masih dalam fase pemulihan
setelah digempur pandemi. Oleh sebab itu dia berharap kenaikan UMR Jateng 2022 tetap
rasional.
"Saat ini kita masih susah karena pandemi. Meskipun perlahan-lahan kita sudah mulai bangkit,
tetapi belum bisa lari lah. Oleh karena itu, ini ada aturan baru, PP No.36/2021, saya pikir ini
cukup baik untuk diterapkan," jelasnya.
UMR Jateng saat ini dipatok dengan jumlah Rp1.798.979 dinilai masih kompetitif. Menurut Frans
jumlah tersebut masih kompetitif dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan sektor
industri di Jateng.
"Upah minimum kita ini sehat, dalam arti gubernur dalam menetapkan upah sudah cukup
rasional, tidak emosional. Karena daerah lain seperti itu, kenaikannya cukup tinggi.
Kenyataannya, upah minimum yang terlalu tinggi membuat pengusaha tidak bisa bayar, akhirnya
lari ke Jawa Tengah atau bahkan luar negeri," jelas Frans.
Kalangan pengusaha berharap agar kenaikan UMP di Jawa Tengah bisa terus mendukung
perkembangan sektor industri. Terlebih dengan banyaknya kawasan industri baru yang disiapkan
untuk menampung pabrik-pabrik pindahan dari luar dan dalam negeri.
"Sekarang saya pikir we are on the right track, kita sudah di satu jalan yang baik. Untuk recovery
dan peningkatan, untuk pertumbuhan ekonomi dan industri. Bukan hanya di masa pandemi, tapi
juga untuk melampaui pandemi. Menuju kesejahteraan rakyat," jelas Frans.
205

