Page 215 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 215

perhatian pelaku usaha di tengah pemulihan ekonomi nasional. Namun demikian, ia berharap
              para serikat pekerja tidak menuntut secara berlebihan atau di luar kemampuan dunia usaha.


              INI PERMINTAAN KADIN KEPADA BURUH TERKAIT TUNTUTAN KENAIKAN UMR
              2022

              JAKARTA  --  Kamar  Dagang  dan  Industri  (Kadin)  Indonesia  angkat  bicara  terkait  rencana
              penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Regional (UMR) tahun 2022 yang
              kini menjadi perhatian berbagai pihak.

              Wakil  Ketua  Umum  Bidang  Pengembangan  Otonomi  Daerah  Kadin  Sarman  Simanjorang
              mengatakan soal tuntutan kenaikan UMP tahun depan turut menjadi perhatian pelaku usaha di
              tengah pemulihan ekonomi nasional. Namun demikian, ia berharap para serikat pekerja tidak
              menuntut secara berlebihan atau di luar kemampuan dunia usaha.

              "Serikat  pekerja  atau  buruh  jangan  sampai  menuntut  berlebihan  di  luar  kemampuan  dunia
              usaha. Dalam kondisi seperti ini saling pengertian sangat dibutuhkan, jangan sampai pelaku
              usaha tertekan akibat permintaan kenaikan UMP yang berlebihan," ujarnya dikutip dari laman
              SPN, Kamis (28/10/2021).

              Sebagai informasi, sejumlah serikat pekerja di berbagai daerah ada yang mendesak agar UMR
              tahun depan naik signifikan atau 10% dibanding tahun lalu. Hal itu karena berdasarkan survei
              kebutuhan hidup layak (KHL) selama pandemi meningkat, baik untuk pembelian masker, vitamin,
              maupun handsanitizer.

              Lebih lanjut, Sarman juga mengingatkan bahwa formulasi penetapan UMP/UMR sudah diatur
              dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan sebagai turunan
              Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Oleh karena itu, selama tuntutan
              kenaikan UMP/UMR didasarkan dengan aturan tersebut tentunya para pengusaha akan bersedia
              untuk mengupayakannya.

              "Adanya isu yang menyatakan UMP akan ada kenaikan dari tahun lalu sejauh rumusnya dan
              dasarnya jelas sesuai PP Nomor 36 tahun 2021, pengusaha akan dapat menyesuaikan sesuai
              kemampuan," ungkapnya dilansir bisnis.com.

              Diberitakan sebelumnya, serikat pekerja atau buruh di Jawa Tengah berharap pemerintah tidak
              menggunakan aturan baku dalam penetapan UMP/UMR 2022.

              "Kalau mengacu pada aturan baku itu, kenaikan UMP akan ditentukan berdasarkan pertumbuhan
              ekonomi dan inflasi. Kalau seperti itu, jelas kita tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan.
              Apalagi, pertumbuhan ekonomi kan mengalami kontraksi. Kalau pun naik, prediksi kami sekitar
              1-2 persen. Itu enggak sesuai bagi buruh memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," terang Ketua
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jateng, Aulia Hakim, Rabu (27/10/2021).

              Oleh karena itu, dalam penetapan upah tahun depan tersebut mereka berharap survei KHL yang
              dijadikan  acuan.  Alasannya,  karena  selama  pandemi  berlangsung  kebutuhan  para  buruh
              meningkat, seperti harus beli masker, vitamin, handsanitizer dan lainnya.

              "Itu harapan kami [UMP naik 10 persen]. Kenaikan 10 persen sesuai dengan survei KHL yang
              telah kita lakukan, sesuai dengan kebutuhan para buruh, terutama selama masa pandemi ini.
              Pada  masa  pandemi  ini  kan  kebutuhan  buruh  juga  mengalami  kenaikan,  harus  beli  masker,
              handsanitizer, dan juga vitamin. Makanya, kami berharap pemerintah memenuhi tuntutan kami,"
              harapnya.

                                                           214
   210   211   212   213   214   215   216   217   218   219   220