Page 86 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 OKTOBER 2021
P. 86
KEMNAKER PASTIKAN KESEJAHTERAAN PEKERJA MELALUI MANFAAT LAYANAN
TAMBAHAN JHT
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK)
Kementerian Ketenagakerjaan, Indah Anggoro Putri mengatakan, pemerintah memberikan
kepastian kesejahteraan bagi pekerja/buruh melalui program jaminan hari tua (JHT) untuk
mendapatkan manfaat layanan tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan perumahan yang
dibiayai dari dana investasi program JHT.
Tahun 2017 realisasi penyaluran MLT perumahan bagi pekerja/buruh mengalami kenaikan
sebanyak 658 unit rumah yang meningkat menjadi 1.385 unit di tahun 2018.
"Pada tahun 2019 penyaluran MLT terjadi penurunan sebanyak 398 unit rumah sampai dengan
tahun 2020 ini hanya 82 unit rumah yang tersalurkan dikarenakan tidak stabilnya kondisi
perekonomian Indonesia akibat pandemi COVID-19," ujar Indah Anggoro Putri saat menyaksikan
Penandatangan Kerja Bersama (PKB) Penyaluran Manfaat Layanan Tambahan Program Jaminan
Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, pada Kamis (28/10/2021).
Dirjen Putri menjelaskan, diundangkannya Permenaker Nomor 17 Tahun 2021 merupakan kabar
baik bagi peserta program JHT dan pengusaha/pemberi kerja dalam memberikan kemudahan
bagi pekerja/buruh untuk memiliki rumah sendiri, serta membantu pemerintah dalam
menyediakan rumah bagi masyarakat.
Dalam mengoptimalkan penyaluran MLT perumahan pekerja/buruh, ada hal-hal baru yang diatur
dalam Permenaker Nomor 17 Tahun 2021 antara lain penambahan Bank Daerah yang tergabung
dalam ASBANDA, penambahan skema baru berupa novasi yaitu pengalihan dari KPR umum
menjadi KPR MLT, serta penyesuaian suku bunga deposito sebagai dasar perhitungan suku
bunga penempatan (funding) dan suku bunga pinjaman (lending).
"Kepada BPJS Ketenagakerjaan segera melakukan sosialisasi secara masif program MLT ini
kepada pekerja, pengusaha, perusahaan pembangunan perumahan (developer), dan perbankan
melalui perjanjian kerja bersama dengan perbankan yang tergabung dalam HIMBARA maupun
ASBANDA (Asosiasi Bank Daerah)," ucapnya.
Dari perjanjian ini, Dirjen Putri menginginkan Bank Tabungan Negara (BTN) yang core bisnisnya
di bidang perumahan agar dapat lebih memberikan kemudahan persyaratan perbankan kepada
pekerja/buruh yang mengajukan kredit perumahan melalui program MLT.
"Saya juga berharap kerja samanya dari para pengusaha/pemberi kerja serta perusahaan
pembangunan perumahan (developer) untuk menyediakan atau memfasilitasi penyediaan
perumahan bagi pekerja/buruh," katanya.
Menurutnya, Menaker Ida Fauziyah juga telah mengingatkan, MLT program JHT ini harus bisa
memberikan manfaat yang besar bagi peserta dan pemberi kerja, dalam memenuhi kebutuhan
akan kepemilikan rumah sendiri.
85

