Page 102 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 102

Title          PENGHAMBAT INVESTASI ADALAH KORUPSI BUKAN BURUH PEKERJA
               Media Name     gatra.com
               Pub. Date      13 Februari 2020
                              https://www.gatra.com/detail/news/469072/ekonomi/penghambat-investasi- adalah-
               Page/URL
                              korupsi-bukan-buruh-pekerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative





               Jakarta, Sekretaris Umum PP FSP KEP SPSI, Afif Johan mempertanyakan Rancangan
               Undang-Undang (RUU) Omnibus Law mengarah pada sektor ketenagakerjaan.

               Menurutnya, berdasarkan data World Economic Forum, korupsi jadi faktor utama
               penghambat investasi Indonesia. Sedangkan, peraturan mengenai ketenagakerjaan
               hanya menempati posisi 13 dari total 16 faktor penghambat investasi.

               "Pertanyaan kami sebagai serikat pekerja, kenapa ketenagakerjaan jadi sasaran?
               Kenapa pekerja atau buruh jadi korban? Ini bisikan dari siapa?" katanya di Jakarta,
               Kamis (13/2).

               Omnibus Law, Serikat Pekerja: Pemerintah Tak Transparan Selain itu, lanjut Afif,
               berdasarkan survei World Bank, investasi di Indonesia lebih tinggi dibanding negara-
               negara berpenghasilan menengah ke bawah. Bahkan, investasi dalam Produk
               Domestik Bruto (PDB) di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara ASEAN dan
               India.

               "Berdasarkan Asia Business Outlook tahun 2019 Indonesia ini termasuk tiga besar
               negara yang paling diminati untuk meningkatkan investasi pada tahun 2019. Kita
               punya bonus demografi yang tidak dimiliki oleh negara lain," tambahnya.

               Ia menegaskan, selama ini, banyaj perusahaan yang tidak keberatan dengan aturan
               ketenagakerjaan yang ada saat ini. Malahan, sebagian besar perusahaan
               memberikan hak pekerja melebihi apa yang diatur dalam UU.

               "Lalu dengerin siapa sih? Apakah oknum pengusaha yang emang bandel? Atau
               oknum pengusaha yang memang tidak mau patuh aturan?," ujarnya.

               Oleh karena itu, ia mempertanyakan adanya klaster ketenagakerjaan dalam RUU
               Omnibus Law. Bahkan, Serikat pekerja, menolak adanya klaster ketenagakerjaan
               dalam RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini.

               Reporter: Ryan Puspa Bangsa Editor: Bernadetta Febriana.












                                                      Page 101 of 177.
   97   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107