Page 103 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 103
Title MENAKER: TAK PEDULI SIAPA YANG KUAT, KETERAMPILAN ADALAH KUNCI
Media Name detik.com
Pub. Date 13 Februari 2020
https://news.detik.com/berita/4898183/menaker-tak-peduli-siapa-yang-ku at-
Page/URL
keterampilan-adalah-kunci
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Jakarta - Era revolusi industri 4.0 menuntut dunia usaha dan industri untuk
responsif terhadap perubahan guna menjaga eksistensi bisnisnya. Begitupun dengan
SDM, sikap responsif harus diimplementasikan agar tetap berdaya saing.
Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat
menyampaikan Keynote Speech pada acara Kemnaker Goes To Campus di Kampus
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Kabupaten Bogor.
"Kita berhadapan dengan era di mana manusia bukan satu-satunya penggerak
utama. Kita ini sedang bersaing dengan robot, bersaing dengan mesin, karena
teknologi bergerak dengan cepat," kata Ida dalam keterangan tertulis, Kamis
(13/2/2020).
Di hadapan mahasiswa UNUSIA, Menaker menjelaskan bahwa era desrupsi ekonomi
ini tidak cukup dihadapi hanya dengan inovasi dan kreativitas. Namun, yang harus
menjadi perhatian juga adalah kecepatan menjalankan tugas.
"Tidak masalah siapa yang lebih pintar, tidak peduli siapa yang lebih kuat,
pendidikan dan keterampilan adalah kunci. Tapi yang harus kita ingat, yang cepat
akan mengalahkan yang lambat. Yang responsif terhadap perubahan akan
mengalahkan yang terlena dengan zona nyaman," terang Ida.
Ida juga menjelaskan, era digital akan menciptakan banyak peluang usaha serta
menjadikan iklim usaha lebih kompetitif. Hal ini akan membuka peluang usaha yang
lebih besar bagi masyarakat. Karena kegiatan usaha dan bisnis tidak lagi hanya
mengandalkan kekuatan modal.
Guna menghadapi persaingan di era digital, Ida menjelaskan bahwa Kemnaker telah
melakukan penguatan pembangunan SDM dalam beberapa tahun terakhir.
Adapun upayanya, antara lain pada tahun 2019 program pemagangan telah
memagangkan 210 ribu orang baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kemudian,
257.240 orang ditingkatkan keterampilannya melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi.
Sedangkan program penigkatakan produktivitas telah membantu 18.800 orang yang
ditingkatkan produktivitasnya.
Page 102 of 177.

