Page 142 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 142
Title OMNIBUS LAW CIPTA KERJA INGIN MENGAKOMODIR KEPENTINGAN PEKERJA
Media Name sindonews.com
Pub. Date 13 Februari 2020
https://nasional.sindonews.com/read/1526104/13/omnibus-law-cipta-kerja -ingin-
Page/URL
mengakomodir-kepentingan-pekerja-1581599718
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Pemerintah terus berupaya agar RUU Omnibus Law Cipta Kerja bisa mengakomodir
semua kepentingan, khususnya para pekerja di Indonesia. Meski kenyataannya draf
yang sudah disampaikan ke DPR untuk dibahas masih ditentang sejumlah serikat
pekerja.
Hal ini terungkap dalam Indonesia Podcast Show 03 dengan tema "Omnibus Law di
Mata Generasi Milenial" di Beranda Kitchen, Jakarta Selatan, Kamis (13/2/2020).
Hadir sebagai pembicara, Kepala Biro Hukum, Persidangan dan Humas Kemenko
Perekonomian I Ktut Hadi Priatna, Kepala Subdirektorat Standarisasi dan Fasilitas
Pengupahan Kemnakertrans Amelia Diatri Tuangga Dewi, Juru Bicara PSI Mikhail
Gorbachev, Wasekum PP FSP KEP SPSI Afif Johan, dan Pengamat Komunikasi Emrus
Sihombing.
I Ktut Hadi Priatna mengatakan, Omnibus Law adalah sebuah metode yang lumrah
diterapkan saat ini di berbagai belahan dunia. Melalui Omnibus Law, satu UU dapat
mengubah atau merevisi banyak poin dari banyak UU sekaligus. "Omnibus Law
berfungsi untuk merevisi, bukan mencabut undang-undang yang berlaku," katanya.
Menurutnya, dengan metode ini perbaikan UU dapat lebih mudah, lebih terarah, dan
cepat dilaksanakan. Ia menambahkan di Indonesia, Omnibus Law sudah beberapa
kali digunakan.
"Omnibus Law ini tidak hanya terkait pekerja atau ketenagakerjaan, namun juga
terkait penyederhanaan izin mendirikan usaha. Misalnya saja, salah satu poin RUU
ini yakni bolehnya mendirikan PT perseorangan, tidak harus perseroan," ujarnya.
RUU Cipta Kerja ini juga ingin mengangkat kesejahteraan para pekerja dan
memastikan pemenuhan hak-haknya. Contoh lain adalah pada poin aturan yang
terkait dengan mekanisme upah. Pekerja yang bekerja penuh waktu yakni selama 8
jam harus diberikan upah harian atau bulanan, sedangkan yang bekerja paruh
waktu diberikan upah perjam.
Page 141 of 177.

