Page 20 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 20
Title SERIKAT PEKERJA: ADA YANG DISEMBUNYIKAN DIOMNIBUS LAW
Media Name republika.co.id
Pub. Date 13 Februari 2020
https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/20/02/12/q5l73f382-se rikat-pekerja-
Page/URL
ada-yang-disembunyikan-di-omnibus-law
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA -- Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menyebut
adanya keanehan dalam proses perumusan draf RUU Cipta Kerja yang diserahkan
pemerintah ke DPR pada Rabu (12/2). Serikat buruh yang diketahui sebagai
pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pemilu itu bahkan merasa ada
yang disembunyikan pemerintah.
KSPSI pun meluapkan kekecewaan mereka melalui unjuk rasa di DPR RI pada Rabu
(12/2). "KSPSI menyampaikan kekecewaan kami ke DPR kenapa dari awal
pembentukan omnibus law seperti sembunyi-sembunyi," kata Presiden KSPSI Andi
Gani Nena Wea di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2).
Andi Gani mengungkapkan, saat awal omnibus aw dicanangkan untuk
mempermudah investasi, dia sempat meberikan masukan agar pembahasannya
melibatkan seluruh pihak, terutama buruh. Namun, praktik yang terjadi berbeda.
Menurut Andi, Satuan Tugas (Satgas) pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja
yang dibentuk Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto ternyata tak
melibatkan buruh. Satgas itu dipimpin oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri Rosan
P. Roeslani.
"Seluruh anggotanya adalah ketua asosiasi pengusaha. Tidak ada satu pun unsur
buruh di situ," ujar Andi Gani.
Dalam SK yang diserahkan pemerintah ke DPR terkait RUU Cipta Kerja, Pemerintah
mengklaim telah melibatkan buruh. Bahkan, SK pemerintah memasukkan 14 serikat
buruh terbesar di Indonesia. Sejumlah serikat buruh diketahui telah menolak karena
mereka merasa hanya dilibatkan untuk formalitas semata.
Andi Gani pun menyatkan, KSPI akan turut menolak jika memang pencatutan serikat
dan organisasi buruh itu sekadar untuk formalitas. Harusnya, serikat buruh memiliki
kewenangan memasukkan usulan dalam menyusun RUU. "Jangan hanya jadi
legitimasi. Kalau drafnya sudah diserahkan ke DPR sekarang, buat apa ada tim itu?
Pembahasan kan dimulai dari awal pasal per pasal," ujar dia.
SK untuk KSPSI sendiri, menurut Andi baru diterima dirinya pada Selasa (11/2)
kemarin pukul 17.00 WIB, sehari sebelum KSPSI menggelar demo hari ini. "Ini kan
jadi lucu. Jelang demo KSPSI, baru dibuat SK utk membentuk tim.
Page 19 of 177.

