Page 62 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 FEBRUARI 2020
P. 62
juga situasi tidak normal, jadi kita lakukan antisipasi dengan baik," ujarnya.
Kepala Kantor Imigrasi Bekasi, Jawa Barat, Petrus Teguh, mengatakan pihaknya
mencatat secara keseluruhan hanya ada 947 WNA asal Cina yang tinggal di
Kabupaten Bekasi. Mereka terdiri dari pelajar, lansia, dan pekerja.
Teguh juga mengaku tidak mengetahui perihal munculnya angka 3.000 TKA asal
Cina yang bekerja di proyek Meikarta, Kabupaten Bekasi. "Kami tidak tahu. Di data
kami bukan seperti itu. Kami tidak tahu data itu dari mana," katanya, di Bekasi,
Rabu.
Dia mengungkapkan, ada 6.600 WNA yang tersebar di wilayah Bekasi Raya, yakni
Kota dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. "Sejauh ini, tidak ditemukan WNA yang
terjangkit virus (korona)," katanya.
Tanker dicegah Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas
Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur, Nazarwin, mengatakan, satu kapal tanker
atau motor tanker (MT) AU LEO dari Cina gagal merapat ke Pelabuhan Teluk Bayu
Kota Padang sejak Selasa (11/2) kemarin. Nazarwin menyebut, penolakan terhadap
kapal dari Cina dilakukan merujuk aturan dari Kementerian Hukum dan HAM dalam
mengantisipasi masuknya virus korona.
"Kapal itu dari Cina yang merupakan endemik virus korona. Jadi, sesuai dengan
Permenkumham, penanganan untuk kapal dari Cina ekstraketat dan sedang
ditangani oleh karantina Pelabuhan Teluk Bayur," kata Nazarwin kepada Republika ,
Rabu (12/2).
Sejak Selasa, otoritas Pelabuhan Teluk Bayur memerintahkan kru kapal untuk buang
jangkar di 10 mil dari Teluk Bayur. Kapal tersebut terlebih dahulu akan diinkubasi
untuk memastikan para awak terbebas dari virus korona.
Nazarwin menjelaskan, motor tanker AU LEO berbendera Panama tersebut datang
pukul 8.28 WIB, Selasa (11/2). Informasi kedatangan kapal tersebut sudah sejak 2
Februari lalu.
Kapal dan kru yang ada di dalamnya, termasuk nakhoda dan anak buah kapal, akan
menjalani inkubasi 14 hari sejak kapal tersebut berangkat dari Distrik Nansha, Kota
Guangzhou, Provinsi Guangdong, Cina, pada 2 Februari lalu.
Selama dua pekan itu, pihak Pelabuhan Teluk Bayur akan menjalankan prosedur
operasi standar (PSO) terkait kondisi kesehatan semua kru kapal. Nantinya, setelah
kapal dinyatakan tidak terindikasi membawa virus korona, kapal tersebut baru akan
diizinkan masuk. Nazarwin menyebut, mekanisme ini tidak hanya berlaku di Teluk
Bayur, tapi di seluruh pelabuhan di Indonesia.
MT AU LEO memang kerap masuk-keluar Pelabuhan Teluk Bayur sebelum virus
korona dari Wuhan muncul dan menimbulkan kepanikan dunia internasional. MT AU
Page 61 of 177.

