Page 294 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 294

ALIANSI BURUH RESPONS AJAKAN ARIZA BERDIALOG SOAL TUNTUTAN UMP:
              KAMI SIAP KONSISTEN UMP NAIK 10 PERSEN!
              JAKARTA,POSKOTA.CO.ID - Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia mengaku terbuka apabila
              ada ajakan dialog dengan pemerintah terkait tuntutan kenaikan upah minimum provinsi (UMP)
              yang dilayangkan dalam aksi unjuk rasa pada hari ini, Rabu (10/11/2021).

              "Kami siap untuk berdialog kapanpun, dimanapun tapi tentu dialog itu harus equal ya, tidak
              populer, bukan untuk sosialisasi, tidak. Dalam dialog itu kami akan mengajukan UMP 2022 itu
              sekitar  10  persen,"  ucap  Presiden  Aspek  Indonesia,  Mirah  Sumirat  ketika  ditemui  di  depan
              Balaikota DKI Jakarta, Rabu (10/11/2021).

              Lanjut Mirah, pihak buruh juga berharap pemerintah segera menetapkan UMP tahun 2022 tidak
              seperti halnya pada tahun 2021 yang tidak adanya penetapan UMP imbas adanya Pandemi Covid-
              19.

              Aksi unjuk rasa Aliansi Buruh tuntut kenaikan UMP tahun 2022 di depan Balaikota DKI Jakarta.
              (foto: poskota/ cr-05) Karena selama pandemi, kata Mirah, pekerja buruh menjadi salah satu
              pihak yang sangat terdampak karena adanya tuntutan ekonomi yang cukup mendesak.

              "Satu ketika dia (buruh) di WFH kan atau dirumahkan dia tidak ada upahnya ketika dirumahkan,
              ada (diupah) tapi sebagian besar tidak dibayarkan. Dan banyak juga yang mengeluarkan biaya
              tambahan seperti ongkos pulsa sekolah online anak-anak mereka," ucapnya.

              Terkait tuntutanya, Mirah menjelaskan ada 4 hal yang dilayangkan oleh pihak buruh kepada
              pemerintah  di  antaranya:  Sebelumnya,  Wakil  Gubernur  DKI  Jakarta  Ahmad  Riza  Patria
              menghimbau  agar  buruh  dapat  berdialog  dengan  duduk  bersama  dengan  pemerintah  dan
              pengusaha terkait tuntutan kenaikan UMP sebesar 10 persen.

              Menurut Riza tuntutan kenaikan UMP juga harus dibarengi dengan pertimbangan mengenai efek
              Pandemi Covid-19 yang juga berpengaruh kepada pendapatan sejumlah pengusaha.

              "Semuanya  kan  harus  disesuaikan  dengan  income  yang  kita  peroleh.  Apalagi  dalam  masa
              pandemi, sebagaimana kita tahu, semua ekonomi perlu waktu untuk bergerak dan bangkit," ujar
              Riza di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (4/11/2021) lalu.

              (cr-05).




























                                                           293
   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298   299