Page 350 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 350

BURUH MAJALENGKA TUNTUT UMK NAIK RP 550 RIBU

              Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) menggelar
              aksi  unjuk  rasa  di  depan  kantor  Bupati  Majalengka  pada  Rabu  (10/11/2021).  Aksi  tersebut
              dilakukan untuk meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

              Pantauan detikcom di lokasi, puluhan buruh dari berbagai pabrik di Majalengka ini tiba di depan
              Kantor Bupati sekitar pukul 09.30 WIB. Setibanya di lokasi, mereka langsung menggelar orasi di
              atas mobil komando.

              Dalam orasinya, para buruh ini meminta pemerintah untuk memberikan upah yang layak yang
              dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Mereka meminta UMK Majalengka tahun 2022
              dinaikkan.

              "Kedatangan  kami  kesini  adalah  untuk  meminta  kepada  Pemerintah  Kabupaten  Majalengka
              untuk memberikan upah yang layak bagi buruh sesuai dengan standar kebutuhan hidup layak
              (KHL)," kata Riki Sulaiman, salah satu perwakilan buruh saat diwawancarai.

              Riki mengungkapkan pihaknya telah melakukan survei ke 3 pasar induk yang ada di Majalengka.
              Dari hasil survei itu FSPMI menuntut adanya kenaikan UMK tahun 2022 sebesar 27,4 persen.

              "Kita tidak muluk-muluk, yang penting sesuai standar KHL. Kita tadi membawa hasil survei di 3
              pasar induk yang kenaikannya kita harapkan itu 27,4 persen atau secara nominal Rp 550 ribu.
              Itu tuntutan kita. Dengan kenaikan itu berarti UMK Majalengka di tahun 2022 kita minta sebesar
              Rp 2.559.000," tutur Riki.

              Masih kata Riki, perwakilan buruh yang sempat beraudiensi dengan pihak Pemkab Majalengka
              menyatakan akan berjuang meminta kenaikan UMK di rapat pleno Dewan Pengupahan.

              Namun lantaran FSPMI belum termasuk ke dalam anggota Dewan Pengupahan, Riki menegaskan
              akan menitipkan aspirasi tersebut ke serikat pekerja lainnya yakni SPSI Rekonsiliasi.

              "Jadi kita akan menitipkan aspirasi kita ke mereka (SPSI) di rapat pleno. Kalau hasilnya di luar
              ekspektasi, kita akan sowan lagi ke Pemkab Majalengka," ujar Riki menegaskan.

              Selain  menuntut  kenaikan  UMK  tahun  2021,  massa  buruh  juga  meminta  pemerintah  untuk
              segera mencabut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja serta menolak PP
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              Wakil Bupati Majalengka Tarsono D Mardiana menegaskan penentuan UMK tahun 2022 nanti
              akan diputuskan dalam rapat pleno Dewan Pengupahan. Oleh sebab itu, Tarsono meminta para
              buruh untuk memperjuangkan tuntutan tersebut di rapat pleno nanti.

              "Kita ada Dewan Pengupahan yang merupakan sarana kita untuk bermusyawarah menentukan
              upah.  Hasil  pertemuan  dengan  buruh  tadi  akan  memaksimalkan  rapat  pleno  nanti  dengan
              mengundang perwakilan buruh," kata Tarsono.














                                                           349
   345   346   347   348   349   350   351   352   353   354   355