Page 354 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 354

KEMENAKER SEBUT USULAN KENAIKAN UPAH MINIMUM SEBESAR 7-10 PERSEN
              SULIT DIPENUHI
              JAKARTA, - Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Kementerian
              Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  Indah  Anggoro  Putri  mengatakan,  tuntutan  kenaikan  upah
              minimum 2022 sebesar 7-10 persen sulit dipenuhi.

              Seperti  diketahui,  tuntutan  kenaikan  upah  minimum  2022  sebesar  7-10  persen  berasal  dari
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

              "Hampir  pasti  berat  ya  (dipenuhi  usulan  kenaikan  upah  minimum  2022),"  ujarnya  kepada
              Kompas.com, Rabu (10/11/2021).

              Meski  begitu,  bukan  berarti  upah  minimum  2022  tidak  naik.  Menurut  Putri  pengumuman
              kenaikan upah minimum akan disampaikan oleh Menaker Ida Fauziyah.
              "Insha Allah dalam waktu dekat ini akan ada konferensi pers dari Ibu Menaker. (Upah minimum
              provinsi) tanggal 21 November ditetapkan gubernur," ujarnya.

              Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) Adi Mahfud mengatakan,
              pihaknya telah  melakukan  survei  Kebutuhan  Hidup  Layak  (KHL)  sebagai  penentu  penetapan
              penyesuaian upah minimum.

              Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

              Daftarkan email "Kami pun punya data yang sama. Hampir semua pengusaha, serikat pekerja
              atau buruh, asosiasi serikat pekerja melakukan survei, tapi nanti jadi rusak ukurannya," ucapnya.

              Sebelumnya,  Asosiasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (Aspek  Indonesia)  menuntut  kenaikan  upah
              minimum tahun 2022 sebesar 7-10 persen.

              Tuntutan tersebut berdasarkan hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang dilakukan oleh
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di 24 provinsi, dengan menggunakan 60 komponen
              KHL.


              "Hasil survei KHL KSPI menunjukkan bahwa besaran kenaikan upah minimum tahun 2022 yang
              paling layak adalah sebesar 7 persen sampai dengan 10 persen," kata Presiden ASPEK Indonesia
              Mirah Sumirat dalam keterangan pers tertulisnya, Selasa (9/11/2021).

              Aspek Indonesia juga mendesak pemerintah tidak memaksakan penetapan upah minimum tahun
              depan hanya berdasarkan pada Undang-Undang (UU) Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,
              maupun  peraturan  turunannya  yaitu  Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  tahun  2021  tentang
              Pengupahan.

              Sebab kata dia, UU Cipta Kerja masih dalam proses sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi.
              Namun demikian, pihaknya meminta pemerintah untuk menetapkan kenaikan upah minimum
              tahun  2022  dengan  tetap  menggunakan  formula  perhitungan  kenaikan  upah  minimum
              berdasarkan UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.













                                                           353
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359