Page 84 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 11 NOVEMBER 2021
P. 84

Tenaga Ahli Utama Kedeputian II KSP Brian Sri Prahastuti mengatakan upaya perlindungan dan
              pemenuhan  hak  pekerja  rumah  tangga  memerlukan  dasar  hukum  yang  tegas  melalui
              pengesahan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).

              Karena itu KSP menunjuk Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian PPPA membentuk Gugus
              Tugas Percepatan Pengesahan RUU PRT.

              "Proses pembahasan RUU PPRT sudah berjalan selama 17 tahun, namun seperti jalan di tempat.
              Maka  perlu  upaya  percepatan  dengan  membentuk  gugus  tugas,"  ujar  Brian  dalam
              keterangannya, Rabu (10/11/2021).

              Brian  menegaskan  kesejahteraan  dan  perlindungan  PRT  tidak  akan  terjamin  tanpa  payung
              hukum. Urgensi RUU PPRT kata dia semakin tinggi mengingat PRT terus mengalami kerentanan
              multi dimensi.

              Mulai dari kekerasan ekonomi, fisik, mental, seksual, situasi kerja yang tidak layak (jam kerja
              panjang, upah rendah), serta wilayah kerja PRT di ranah domestik yang membuat mereka tidak
              terlindungi oleh UU Ketenagakerjaan dan minim pengawasan pemerintah.

              Sementara itu Direktur Jaminan Sosial Tenaga kerja Kementerian Ketenagakerjaan Retno Pratiwi
              menyampaikan, perlunya menentukan ruang lingkup yang diatur di RUU PPRT.

              Hal  yang  perlu  dicermati  antara  lain  pengawasan  terkait  penyelesaian  perselisihan  kerja,
              perlindungan  dan  jaminan  sosial,  serta  hak-hak  pekerja  seperti  upah,  hak  cuti,  dan  hak
              berserikat.

              Sedangkan  Asdep  Perlindungan  Hak  Perempuan  Pekerja  dan  TPPO  KemenPPPA  Rafail
              Walangitan mengungkapkan perhatiannya terhadap RUU PPRT.

              Apalagi, katanya, hal itu sesuai dengan arahan Presiden untuk KemenPPPA agar menekan angka
              kekerasan terhadap perempuan dan anak serta penurunan angka pekerja anak.

              "Dalam rangka mendorong RUU PPRT, KemenPPPA telah beberapa kali bertemu dengan K/L dan
              CSO, sosialisasi mengenai urgensi, RUU PPRT, dan menyusun matriks masukan terhadap draf
              RUU PPRT," kata Rafail.

              Di  sisi  lain,  Komisioner Komnas  Perempuan  Theresia  Iswarini  berpendapat,  kehadiran  gugus
              tugas akan membantu pembahasan dan pendalaman substansi RUU PPRT yang sudah disiapkan
              oleh Baleg DPR RI.

              Dalam  rapat  tersebut  hadir  perwakilan  Kemenko  PMK,  KemenPPPA,  Kemenaker,  Komnas
              Perempuan,  Kongres  Wanita  Indonesia,  Jaringan  Nasional  Advokasi  Pekerja  Rumah  Tangga
              (JALA PRT), Perempuan Mahardhika, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, dan International
              Labor Organization (ILO) Indonesia.

















                                                           83
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89