Page 127 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 127

Title          MENAKER SOROTI EVALUASI KEBIJAKAN PESANGON YANG TINGGI DI INDONESIA
               Media Name     rri.co.id
               Pub. Date      20 Februari 2020
                              http://rri.co.id/post/berita/789966/nasional/menaker_soroti_evaluasi_k
               Page/URL
                              ebijakan_pesangon_yang_tinggi_di_indonesia.html
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive




               Jakarta : Menteri Ketenaga Kerjaan (MENAKER) Ida Fauziah melakukan Rapat
               Koordinasi dengan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Se-Indonesia tentang
               RUU Cipta Kerja Substansi Ketenagakerjaan, di hotel Royal Kuningan, Jakarta
               Selatan.

               Dalam rapat tersebut ada beberapa hal yang disoroti menaker Ida Fauziah, salah
               satunya soal pesangon yang tinggi di Indonesia.

               "Kebijakan Ketenagakerjaan yang juga mendapat evaluasi adalah kebijakan
               pesangon. Institute for Development Economic and Finance (INDEF) menyatakan,
               bahwa peraturan tenaga kerja di Indonesia masih terlalu rigid, sehingga membuat
               para investor kurang tertarik untuk menanamkan modal pada industri padat karya.
               Salah satu poin yang mendapat evaluasi adalah tingginya pesangon di Indonesia
               yang mencapai 24 bulan atau jauh lebih lama dibandingkan Vietnam yang hanya 7
               bulan," ungkap Menaker Ida Fauziah di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan,
               Kamis (20/02/2020).

               Lebih lanjut Ida menjelaskan, alasan mengenai kurang tertariknya para investor
               untuk berinvestasi ke Indonesia.

               "Kondisi ini yang membuat para investor kurang tertarik berinvestasi ke
               Indonesia,"jelas Ida.

               Menurut Ida, hal inilah yang membuat perusahaan mempekerjakan pegawainya
               dengan sistem kontrak dan outsourcing.

               "Pada akhirnya, para investor justru kerap "mengakali" mempekerjakan pekerjanya
               dengan sistem kontrak dan outsourcing yang justru berpotensi rentan tidak
               terpenuhinya hak dan pelindungan kerja," kata Ida.

               Disisi lain, dalam prakteknya tingkat kepatuhan perusahaan untuk memenuhi
               pembayaran kompensasi PHK sesuai peraturan sangat rendah. Berdasarkan data
               Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2019, dari sekitar 536 persetujuan
               bersama (PB) pemutusan hubungan kerja, yang memenuhi pembayaran kompensasi
               sesuai dengan ketentuan UU 13/2003, hanya sekitar 147 persetujuan bersama atau
               sekitar 27%.

               Sedangkan sisanya sebanyak 384 persetujuan bersama atau sekitar 73% tidak




                                                      Page 126 of 174.
   122   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132