Page 172 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 FEBRUARI 2020
P. 172
Tak hanya melatih para peminat industry Fashion, BLK yang dirintis Kemnaker,
bersama Indonesian Fashion Chamber (IFC) juga meluncurkan program
pengembangan usaha rintisan (start-up) untuk menumbuhkan usaha kecil dan
menengah dengan memilih produk yang ramah lingkungan, yaitu batik eco-print
dan tas belanja dari kain perca.
"Berbagai produk tersebut juga tersedia pada stand kami. Selain produk-produk
fashion hasil karya para lulusan BBPLK Semarang, BLK Padang, BLK Kendari dan
BLK Surakarta. Jadi, bagi masyarakat yang menghadiri MUFFEST, kami ajak
berkunjung ke stand kami. Melihat karya anak-anak binaan BLK, juga bisa berdiskusi
untuk bersama mengembangkan BLK dan Industri Fashion Indonesia," ujar Ida.
Sementara, Dirjen Binalattas Kemnaker, Bambang Satrio Lelono mengungkapkan,
keberhasilan sejumlah BLK, khususnya BBPLK Semarang dalam melahirkan para
desainer berprestasi, juga karena dukungan SDM yang memadai dan hasil
kerjasama dengan IFC.
"Kami telah bekerjasama dengan IFC untuk memoles para instruktur kami agar
mengubah mindset mereka dari semula sebagai instruktur menjahit menjadi
instruktur desainer fashion yang lebih kreatif dan berwawasan internasional," kata
Satrio.
Kepala BBPLK Semarang Edi Susanto menambahkan Muffest merupakan agenda
tahunan yang sangat menunjang kreativitas lulusan BBPLK Semarang yang fokus
pada kejuruan Fashion Technologi.
"Kita berharap dengan terselenggaranya Muffest 2020 ini mampu menjembatani
lulusan dan peserta pelatihan bidang fashion technology agar dapat terserap dalam
pasar kerja dengan keterlibatan para pelaku usaha bidang fashion," kata Edi.
Page 171 of 174.

