Page 103 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 103

MENTERI KETENAGAKERJAAN IDA FAUZIYAH DORONG PENGUATAN SATGAS
              PELINDUNGAN PMI
              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen dalam melindungi kepentingan Calon
              Pekerja  Migran  Indonesia  (CPMI)  atau  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  beserta  keluarganya
              untuk  menjamin  pemenuhan  hak  dalam  keseluruhan  kegiatan  baik  sebelum  bekerja,  selama
              bekerja maupun setelah bekerja.

              Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah dengan mengubah paradigma bahwa PMI bukan
              lagi sebagai obyek tetapi mereka merupakan subyek.

              "Mereka adalah tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana diamanatkan dalam
              Undang-Undang  No.  18  Tahun  2017  tentang  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia,"  kata
              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional Satuan Tugas
              Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2021, Selasa (16/11).

              Ia menuturkan, adanya Satgas Pelindungan PMI di wilayah embarkasi/debarkasi dan daerah asal
              PMI ini merupakan ujung tombak dalam melindungi warga negara.

              Sampai  saat  ini  Indonesia  masih  terus  dihadapi  dengan  permasalahan  penempatan  PMI
              nonprosedural yang dapat berakibat pada tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

              "Satgas pelindungan PMI ini merupakan salah satu program dan rencana strategis Kemnaker
              yang  merupakan  tindak  lanjut  dari  Keputusan  Presiden  Nomor  15  Tahun  2011  tentang  Tim
              Terpadu Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri," ujar Ida.

              Kedepan, menurut Ida Fauziyah, pihaknya sebagai K/L terkait akan terus mengupayakan untuk
              memperkuat peran dan fungsi Satgas ini agar dapat optimal dalam memberikan pelindungan
              terhadap PMI.
              Ia juga mengingatkan pentingnya menyusun basis data yang terstruktur untuk mempermudah
              penanganan permasalahan maupun sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan penempatan dan
              pelindungan PMI.

              Selain itu, ia juga mengajak kepada ILO dan IOM selaku lembaga atau organisasi internasional
              yang fokus terhadap ketenagakerjaan khususnya pekerja migran dapat saling bersinergi dan
              memberikan dukungan kepada Indonesia dalam upaya pelindungan Calon PMI dan PMI beserta
              keluarganya.
              "Mari kita bersama-bersama baik antar K/L, maupun antar Pemerintah Pusat dan Daerah dapat
              bersinergi melalui kerja kolaboratif untuk memperkuat keberadaan Satgas Pelindungan PMI,"
              tutur Ida.

              Sebagai informasi, Satgas Pelindungan PMI ini telah dibentuk sejak tahun 2012 dengan nama
              Satuan Tugas Pencegahan TKI Non Prosedural, yang berada di tingkat pusat dan 14 wilayah
              debarkasi/embarkasi.

              Hal  ini  didasari  dari  Keputusan  Presiden  Nomor  15  Tahun  2011  tentang  Tim  Terpadu
              Perlindungan TKI di Luar Negeri dalam upaya peningkatan pelindungan TKI.

              Lalu, pada tahun 2020, Satgas yang sebelumnya adalah Satgas Pencegahan TKI Non Prosedural
              diubah menjadi Satgas PMI dengan cakupan tugas dan fungsi Satgas ini dapat lebih luas sesuai
              dengan amanat Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran
              Indonesia.




                                                           102
   98   99   100   101   102   103   104   105   106   107   108