Page 108 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 108

Ringkasan

              Pemerintah  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  memiliki  komitmen  untuk
              melindungi kepentingan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) atau Pekerja Migran Indonesia
              (PMI) beserta keluarganya untuk menjamin pemenuhan hak dalam keseluruhan kegiatan baik
              sebelum bekerja, selama bekerja, maupun setelah bekerja. Menurut Menaker Ida Fauziyah, salah
              satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan mengubah paradigma bahwa PMI bukan lagi
              sebagai obyek tetapi mereka merupakan subyek.



              MENAKER AKAN PERKUAT FUNGSI DAN PERAN SATGAS PERLINDUNGAN PMI

              Pemerintah  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  memiliki  komitmen  untuk
              melindungi kepentingan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) atau Pekerja Migran Indonesia
              (PMI) beserta keluarganya untuk menjamin pemenuhan hak dalam keseluruhan kegiatan baik
              sebelum bekerja, selama bekerja, maupun setelah bekerja.

              Menurut Menaker Ida Fauziyah, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dengan mengubah
              paradigma bahwa PMI bukan lagi sebagai obyek tetapi mereka merupakan subyek.

              "Mereka adalah tenaga kerja yang profesional dan kompeten sebagaimana diamanatkan dalam
              Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia," kata Ida
              dalam keterangan tertulis, Selasa (16/11/2021).
              Hal itu diungkapkannya ketika membuka Rapat Koordinasi Nasional Satuan Tugas Pelindungan
              Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2021. Ida mengatakan pada masa pandemi COVID-19
              sekarang ini migrasi tenaga kerja menjadi yang sangat terdampak.

              Setiap negara mengambil berbagai kebijakan dalam melakukan pencegahan dan penanganan
              pandemi ini, penghentian kegiatan ekonomi dan sosial tentunya juga menghentikan aktivitas
              produktif dari PMI.

              Tidak  sedikit  pekerja  yang  di  PHK  bahkan  tidak  mendapatkan  pekerjaan  akibat  aktivitas
              perekonomian  yang  terganggu,  angka  pengangguran  menjadi  bertambah  dan  upah  yang
              diterima oleh pekerja juga mengalami pengurangan karena kebijakan pengurangan jam kerja
              mereka. Kondisi kerja juga mengalami perubahan terkait jam kerja.

              "Dampaknya sudah tentu tidak hanya dialami oleh pekerja di dalam negeri, termasuk juga para
              pekerja kita yang berada di luar negeri atau pekerja migran Indonesia," ucap Ida.

              Ia menuturkan adanya Satgas Pelindungan PMI di wilayah embarkasi/debarkasi dan daerah asal
              PMI  ini  merupakan  ujung  tombak  dalam  melindungi  warga  negaranya.  Sampai  saat  ini
              pemerintah masih terus dihadapi dengan permasalahan penempatan PMI nonprosedural yang
              dapat berakibat pada tindak pidana perdagangan orang atau TPPO.

              "Satgas pelindungan PMI ini merupakan salah satu program dan rencana strategis Kemnaker
              yang  merupakan  tindak  lanjut  dari  Keputusan  Presiden  Nomor  15  Tahun  2011  tentang  Tim
              Terpadu Pelindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri," ujar Ida Fauziyah.

              Ke  depan,  menurut  Ida,  pihaknya  sebagai  K/L  terkait  akan  terus  mengupayakan  untuk
              memperkuat peran dan fungsi Satgas ini agar dapat optimal dalam memberikan pelindungan
              terhadap PMI.





                                                           107
   103   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113