Page 121 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 121

TOLAK MENTAH-MENTAH UMP 2022, KSPI: ADA MUFAKAT JAHAT, PEMERINTAH
              HANYA PROTEKSI PENGUSAHA!
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak penerapan upah minimum tahun 2022
              yang ditetapkan pemerintah sebesar 1,09 persen.

              Presiden  KSPI  Said  Iqbal  menilai  Kementerian  Ketenagakerjaan  memberikan  proteksi  pada
              pengusaha ketimbang buruh, dengan penerapan rezim upah buruh.

              "Ini sungguh permufakatan jahat soal pengupahan. rumusan formula kenaikan upah minimum
              dengan istilah atas bawah dan atas ini tak baik," tuturnya saat konferensi pers virtual KSPI pada
              Selasa (16/11/2021).

              Menurutnya penerapan upah minimum pemerintah kali ini tidak konstitusional, hal ini disebabkan
              karena UU Cipta Kerja yang turunannya PP Nomor 36/2021 dimana dasar formulasi pemerintah
              saat ini sedang digugat Mahkamah Konstitusi (MK).

              "Penggunaan Omnibus Law dengan turunannya PP 36/2021 ini mencederai Indonesia sebagai
              negara hukum," serunya.

              Untuk itu, pihaknya menegaskan seharusnya penentuan upah harus mengikuti ketentuan lama
              yakni UU 13/2003 dan PP 78/2015, dimana kedua aturan ini masih belum dicabut.

              Ia juga mengatakan penerapan PP 36/2021 inkonsitutsional karena tak ada landasan hukum di
              UU Cipat Kerja dalam membuat aturan upah mengenai, upah batas atas dan bawah kepada
              buruh.

              "Menurut Omnibus Law, kenaikannya dari inflasi atau pertumbuhan ekonomi. Ini inkonstitusional
              karena ada batas atas dan bawah yang tidak dikenal di omnibus law," katanya.

              Said  Iqbal  juga  berpendapat  bahwa  ketentuan  UMP  dengan  PP  36/2021  justru  mengalami
              penurunan jika dibandingkan dengan inflasi.
              "Kenaikan UMP 2022 1,09 persen. Sementara kita lihat inflasi atau kenaikan harga barang itu
              1,66 persen per Oktober. Dari akal sehat juga sudah kelihatan kalau kita nombok," terangnya.

              Pemberlakuan upah batas bawah dan atas di PP 36/2021 juga bakal menurunkan upah buruh.
              Misalnya saja, Depok UMP 2021 sebesar Rp4,33 juta.

              Jika perhitungan pemerintah untuk UMK 2022 maka nilai per kapita Depok Rp2,3 juta, kemudian
              dikali rata-rata banyaknya ART di Depok sekitar 3,6 dibagi indeks upah 1,44 sama dengan Rp5,75
              juta.

              Sementara untuk rumus batas bawah UMK Rp5,75 juta itu dikalikan 50 persen sama dengan
              Rp2,87 juta. Hasilnya rentang upah minimum di Depok berada di kisaran Rp2,87 juta sampai
              Rp5,75 juta untuk 2022.

              " Kita hanya dibodoh-bodohi. Kalau pengusaha boleh bayar Rp2,8 juta, ya naik jadi genap Rp2,9
              juta lah, itu sudah turun 50 persen dari sekarang. Siapa yang mau bayar Rp5,7 juta kalau boleh
              bayar Rp2,8 juta?," tanyanya.[].








                                                           120
   116   117   118   119   120   121   122   123   124   125   126