Page 293 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 293

Ringkasan

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal menyebut penetapan upah minimum
              pada tahun 2022 lebih buruk dari pada pemerintahan era Presiden Soeharto atau masa orde
              baru.Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun
              2021 tentang pengupahan. Berlandaskan beleid tersebut, diproyeksikan rata-rata kenaikan upah
              minimum pada tahun 2022 hanya sebesar 1,09 persen. Di samping itu, beleid itu memuat adanya
              batas bawah dan batas atas pada upah minimum.



              TOLAK PENETAPAN UPAH MINIMUM 2022, KSPI: LEBIH BURUK DARI ERA
              SOEHARTO

              TEMPO.CO,  Jakarta  -  Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  Said  Iqbal  menyebut
              penetapan upah minimum pada tahun 2022 lebih buruk dari pada pemerintahan era Presiden
              Soeharto  atau  masa  orde  baru.  Seperti  diketahui,  pemerintah  telah  menerbitkan  Peraturan
              Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

              Berlandaskan beleid tersebut, diproyeksikan rata-rata kenaikan upah minimum pada tahun 2022
              hanya sebesar 1,09 persen. Di samping itu, beleid itu memuat adanya batas bawah dan batas
              atas pada upah minimum.

              "lebih  memberikan  proteksi  kepada  kalangan  pengusaha  dan  pemilik  modal,  dibandingkan
              memberi perlindungan kepada kaum pekerja atau buruh atau pegawai yang mengembalikan
              rezim upah murah jauh lebih buruk dari zaman Soeharto di era orde baru," ujar Said Iqbal dalam
              konferensi pers, Selasa, 16 November 2021.

              Karena itu, Iqbal mengatakan menolak keputusan Menteri Ketenagakerjaan mengenai kenaikan
              upah minimum tahun depan. Juga menolak PP Nomor 36 Tahun 2021 dengan sedikitnya empat
              alasan.

              Pertama, menurut dia, beleid itu dinilai inkonstitusional. Pasalnya, ia mengatakan istilah batas
              atas dan batas bawah dalam upah minimum tidak dikenal dalam Undang-undang Cipta Kerja.
              Meskipun, buruh juga menolak UU Cipta Kerja.

              "yang menggunakan PP 36 tahun 2021 itu inkonstitusional karena istilah batas bawah dan atas
              dalam upah minimum tidak dikenal dalam omnibus law. Kok menjilat ludah sendiri. dasar hukum
              apa yang digunakan untuk menentukan batas bawah dan batas atas. Para menteri yang terlibat
              membuat PP nomor 36 tahun 2021 sunggh membuat permufakatan jahat," ujar Said Iqbal.

              12 Selanjutnya Kedua, Iqbal menyebut upah minimum adalah jaring pengaman, hal tersebut
              merujuk kepada konvensi International Labour Organization. Karena itu, seharusnya nilai upah
              minimum hanya terdiri dari satu angka saja dan bukan rentang batas atas dan bawah.

              "Silakan periksa di seluruh dunia. Sebagai ILO governing body saya tidak pernah menemukan
              batas bawah dan atas di seluruh dunia. Sudah paling minimum, masak ada batas bawah dan
              atas," ujar dia.

              Ketiga, peraturan anyar tersebut dinilai mencederai hukum. Pasalnya saat ini Undang-undang
              Cipta  Kerja  tengah  digugat  di  Mahkamah  Konstitusi  untuk  uji  formil  dan  materil.  Dengan
              demikian, belum ada keputusan hukum yang tetap untuk UU Cipta Kerja tersebut.
              "Karena balum inkracht, belum ada keputusan MK, maka hukum yang lama yang dipakai. karena
              itu KSPI dalam menghitung kenaikan upah menggunakan dalil hukum lama, UU 13 tahun 2003


                                                           292
   288   289   290   291   292   293   294   295   296   297   298