Page 298 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 298

KEMNAKER UMUMKAN UPAH MINIMUM 2022 NAIK 1,09%

              Suara.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan hasil penghitungan nilai
              Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2022.

              Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker),  Ida  Fauziyah  mengatakan,  kenaikan  UMP  2022  adalah
              sebesar 1,09%. Kenaikan ini setelah dilakukannya simulasi berdasarkan Peraturan Pemerintah
              (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan yang merupakan turunan dari Undang-Undang
              (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

              "Setelah kami melakukan simulasi, rata-rata kenaikan upah minimum itu adalah 1,09%," tutur
              Ida dalam Konferensi Pers secara virtual pada Selasa, (16/11/2021).

              Ida  menjelaskan,  Kebijakan  penetapan  upah  minimum  adalah  salah  satu  program  strategis
              nasional sebagaimana yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta
              Kerja dan aturan turunannya PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

              "Upah  minimum  dimaksudkan  sebagai  perlindungan  bagi  pekerja/buruh  agar  upahnya  tidak
              terlalu rendah akibat posisi tawar mereka yang lemah dalam pasar kerja," kata Ida.

              Selain  itu,  kebijakan  upah  minimum  ditujukan  sebagai  salah  satu  instrumen  pengentasan
              kemiskinan serta untuk mendorong kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengupahan yang adil
              dan berdaya saing. Upah minimum adalah upah terendah yang ditetapkan oleh pemerintah yang
              berlaku bagi pekerja/buruh dengan masa kerjanya kurang dari 1 tahun pada perusahaan tempat
              mereka bekerja.

              Ida menerangkan, terdapat metode yang secara internasional digunakan untuk mengukur tinggi
              rendahnya suatu upah minimum di suatu wilayah, yaitu dengan membandingkan upah minimum
              yang berlaku dengan median upahnya.
              "Besaran upah minimum saat ini hampir di seluruh wilayah Indonesia sudah melebihi median
              upah. Bahkan Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan catch indeks lebih dari 1, di mana
              idealnya berada di kisaran 0,4-0,6 skitar 40-60% di bawah media upah," kata Ida.

              Kata Ida, kondisi upah minimum yang terlalu tinggi menyebabkan sebagian besar pengusaha di
              Indonesia  tidak  mampu  menjangkaunya.  Kondisi  ini  akan  berdampak  negatif  terhadap
              implementasi di lapangan.

              "Hal tersebut sudah sangat terlihat ketika upah minimum dijadikan sebagai upah efektif oleh
              pengusaha, sehingga kenaikan upah cenderung hanya mengikuti upah minimum tanpa didasari
              oleh kinerja individu," imbuh Ida.

              Pada kesempatan tersebut, Ida juga menyinggung soal teman-teman di serikat pekerja/buruh
              yang lebih sering menuntut kenaikan upah minimum alih-alih membicarakan upah berdasarkan
              basis kinerja dan produktifitas.

              Lebih jauh Ida menegaskan bahwa saat ini, tidak ada lagi penetapan upah minimum berdasarkan
              sektor. Namun demikian, upah minimum sektor yang telah ditetapkan sebelum 2 November 2020
              masih tetap berlaku hingga UMS tersebut berakhir atau upah minimum provinsi/kabupaten/kota
              telah lebih tinggi.

              "Dengan demikian, UMS tetap berlaku dan harus dilaksanakan oleh pengusaha," imbuhnya.

              Adapun formula kenaikan UMP 2022 ini telah diteruskan kepada masing-masing kepala daerah.
              Dengan  demikian,  seluruh  kepala  daerah  dapat  menetapkan  upah  minimum  sesuai  dengan
              ketentuan.

                                                           297
   293   294   295   296   297   298   299   300   301   302   303