Page 325 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 325

Ringkasan

              Presiden  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  Said  Iqbal  meminta  kenaikan  upah
              minimum  tahun  2022  sebesar  7-10  persen.  Angka  tersebut  bukan  prosentase  yang  dipatok
              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker),  yakni  satu  persen.  Pernyataan  tersebut
              disampaikan Said Iqbal dalam konferensi pers virtual pada Selasa (16/11/2021) "Berdasarkan
              hasil survei yang dilakukan KSPI di 10 provinsi, di mana di tiap provinsi dilakukan survei di 5
              pasar tradisional dengan menggunakan parameter 60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sesuai
              UU No 13 Tahun 2003, didapatlah rata-rata kenaikan UMK/UMP adalah 7 persen-10 persen" kata
              Said Iqbal dalam konfrensi pers.



              BUKAN SATU PERSEN, BURUH MINTA KENAIKAN UPAH MINIMUM 10 PERSEN DI
              TAHUN 2022

              Suara.com - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal meminta kenaikan
              upah minimum tahun 2022 sebesar 7-10 persen. Angka tersebut bukan prosentase yang dipatok
              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), yakni satu persen.

              Pernyataan  tersebut  disampaikan  Said  Iqbal  dalam  konferensi  pers  virtual  pada  Selasa
              (16/11/2021)  "Berdasarkan  hasil  survei  yang  dilakukan  KSPI  di  10  provinsi,  di  mana  di  tiap
              provinsi  dilakukan  survei  di  5  pasar  tradisional  dengan  menggunakan  parameter  60  item
              Kebutuhan  Hidup  Layak  (KHL)  sesuai  UU  No  13  Tahun  2003,  didapatlah  rata-rata  kenaikan
              UMK/UMP adalah 7 persen-10 persen" kata Said Iqbal dalam konfrensi pers.

              Alasan KSPI menggunakan UU No 13 Tahun 2003, karena saat ini buruh sedang menggugat UU
              Cipta Kerja di Mahkamah Konstitusi (MK).

              "Karena  judicial  review  UU  Cipta  Kerja  belum  incrah,  maka  undang-undang  dan  peraturan
              pemerintah yang lama masih berlaku," kata Said Iqbal.

              "Bahkan,  jika  menggunakan  PP  No  78  Tahun  2015,  maka  kenaikan  upah  minimum  adalah
              berkisar enam persen. Hampir sama angka kenaikannya dengan mengacu pada KHL," lanjutnya.

              KSPI berpendapat, post Covid-19 maka daya beli atau purchasing power masyarakat dan buruh
              harus dikembalikan seperti awal, dengan dinaikkan upah minimumnya minimal tujuh persen. Hal
              ini dilakukan agar konsumsi naik, sehingga otomatis pertumbuhan ekonomi ikut naik.
              Iqbal berpendapat, bagi perusahaan yang terdampak krisis ekonomi dan Covid 19, maka tidak
              perlu  menaikkan  UMP  atau  UMK  2022  yang  dibuktikan  dengan  audit  laporan  keuangan
              perusahaan yang mengalami kerugian dalam dua tahun terakhir yang diserahkan ke Disnaker
              dan diumumkan ke buruh.
              "Bila pemerintah dan pengusaha tidak mempertimbangkan usulan buruh ini, maka akan ada aksi
              yang lebih luas dan lebih besar secara terus menerus," tegas Said Iqbal.

              Sebelumnya,  pemerintah  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  memutuskan
              untuk  menaikkan  rata-rata  upah  minimum  provinsi  (UMP)  pada  tahun  depan  sebesar  1,09
              persen. Angka itu didapat dari perhitungan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

              "Rata-rata penyesuaian upah minimum 1,09 persen. Saya tidak bilang bahwa ini upah minimum
              provinsi 2022, ini rata-rata penyesuaian provinsi," kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan
              Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Indah Anggoro Putri dalam Seminar Terbuk Proses
              Penetapan Upah Minimum 2022 secara virtual, Senin (15/11/2021).


                                                           324
   320   321   322   323   324   325   326   327   328   329   330