Page 323 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 323
KSPI: TAK ADA DI DUNIA UPAH BURUH PAKAI SKEMA BATAS ATAS DAN BAWAH
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyampaikan penolakan terhadap formula batas
bawah-batas atas dalam menaikan upah pekerja minimum pada 2022.
Diketahui bahwa ada kemungkinan bahwa kenaikan minimum 2022 hanya naik sebesar 1,09
persen dengan menggunakan rumus batas bawah-batas atas.
"Kalau dijelaskan dalam Omnibus Law itu kenaikan UMK dinilainya adalah dengan inflasi atau
pertumbuhan ekonomi. Tidak ada perintah dijabarkan dalam PP," jelas Presiden KSPI Said Iqbal,
dalam konferensi pers virtual KSPI pada Selasa (16/11/2021).
"Dengan demikian, Menteri Tenaga Kerja yang menggunakan PP NO. 36 Tahun 2021 adalah
inkonstitusional, karena istilah batas bawah, batas atas dalam upah minimum tidak dikenal dalam
Omnibus Law," lanjut dia.
Kedua, Said menjelaskan formula pengupahan tersebut tak sesuai dengan Konvensi Organisasi
Perburuhan Internasional (ILO) No.133 tentang Penetapan Upah Minimum.
"Di seluruh dunia tak ada satu pun negara yang saya temukan ada batas bawah dan batas atas
dalam upah minimum," ujarnya.
Sebagai bentuk penolakan atas formula tersebut, Said mengumumkan rencana aksi mogok
daerah hingga mogok nasional oleh para buruh pada bulan Desember mendatang.
"Dari informasi yang kami terima, semua daerah meminta agar diizinkan mogok daerah. Jadi
mereka akan menghentikan proses produksi di daerahnya masing-masing secara bergelombang.
Salah satunya di Cianjur, Sukabumi, Bogor, Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga
puncaknya pada Desember 2021," terang Said.
"Mogok nasional direncanakan pada awal Desember 2021. Tanggalnya kemungkinan tentatif
yaitu 6-7-8 Desember, namun belum ada keputusan resmi dari semua gabungan serikat buruh,"
lanjut dia.
hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Sebelum aksi mogok produksi, buruh akan menggelar aksi unjuk rasa daerah pada Rabu besok
(17/11). Sementara untuk unjuk rasa nasional, belum ada penentuan tanggal, menurut Said.
Setelah unjuk rasa daerah digelar, 60 federasi serikat pekerja tingkat nasional dan 6 konfederasi
dan aliansi konfederasi akan melakukan aksi unjuk rasa secara bersamaan di Istana Negara,
Kementerian Tenaga Kerja, dan Gedung DPR RI.
"Ini bakal diikuti puluhan ribu buruh secara nasional di Istana Negara, Kementerian Tenaga
Kerja, dan Gedung DPR RI," bebernya.
322

