Page 320 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 320
Judul Upah Buruh Cuma Naik 1,09 Persen, KSPI: Lebih Buruk dari Zaman
Soeharto Saat Orba
Nama Media galamedia.pikiran-rakyat.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-353029083/upah-buruh-
cuma-naik-109-persen-kspi-lebih-buruk-dari-zaman-soeharto-saat-orba
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-11-16 19:01:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Said Iqbal (Presiden KSPI) KSPI menolak dengan tegas dan keras kebijakan yang telah
dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini Menteri Ketenagakerjaan, terkait dengan kenaikan
upah minimum yang kalau dilihat rata-rata kenaikan upah minimum untuk tahun 2022 baik UMP
di tingkat provinsi maupun UMK, nampaknya nanti UMK di tingkat kabupaten/kota hanya 1,09
persen
Ringkasan
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan rata-rata kenaikan upah minimum
provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09 persen. Meski begitu, Kemnaker menegaskan angka pastinya
tetap berbeda-beda di masing-masing provinsi.
UPAH BURUH CUMA NAIK 1,09 PERSEN, KSPI: LEBIH BURUK DARI ZAMAN
SOEHARTO SAAT ORBA
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyampaikan rata-rata kenaikan upah minimum
provinsi (UMP) 2022 sebesar 1,09 persen. Meski begitu, Kemnaker menegaskan angka pastinya
tetap berbeda-beda di masing-masing provinsi.
Sebab, nantinya gubernur yang akan menyesuaikannya dengan Peraturan Pemerintah (PP)
Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) lantas menolak kenaikan tersebut. Lantaran, angka
1.09 persen jauh dari angka yang diusulkan KSPI, yakni 7 hingga 10 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden KSPI, Said Iqbal dalam konferensi pers virtual pada
Selasa, 16 November 2021.
319

