Page 475 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 475
Sebab, besaran UMP 2022 ini nanti juga akan menjadi acuan dalam menentukan besaran UMK
tahun 2022 di Kabupaten Sukoharjo. Diperkirakan, UMP Jawa Tangah 2022 baru akan keluar
pada Minggu (21/11).
"Setelah UMP keluar, nanti ditanggal 28-30 November 2021, kita baru akan membahas besaran
UMK 2022," katanya Selasa (16/11).
Terkait apakah UMK tahun 2022 di Kabupaten Sukoharjo naik atau tidak, Suharno menyebut ada
dua hal yang dijadikan acuan. Yakni, besaran inflasi atau pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, organiasai buruh di Kabupaten Sukoharjo sudah melakukan survei Kebutuhan
Hidup Layak (KHL). Survei KHL ini akan dijadikan acuan organisasi buruh untuk mengajukan
kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2022 mendatang.
Ketua Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo Sukarno menuturkan, kenaikan UMK
berdasarkan KHL itu sekira 5 persen.
"Hasil survei KHL kami, UMK tahun depan sebesar Rp2.3400.000," ujarnya.
Dimana tahun ini, UMK Sukoharjo 2021 ditetapkan senilai Rp1.986.450. Angka tersebut naik 2,5
persen dari UMK tahun 2020 senilai Rp 1.938.000. Padahal organisasi buruh saat itu mengajukan
kenaikan sebesar Rp 2.115.000 berdasarkan survei rata-rata total belanja.
Sukarno mengungkapkan, apabila penghitungan UMK menggunakan acuan Undang-Undang
Cipta Kerja maka dinilai sangat merugikan buruh. "Kami dari awal sudah tidak setuju dengan
adanya UU Cipta Kerja, karena sangat merugikan buruh," ujarnya.
Dia berharap, pemerintah lebih memikirkan nasib buruh yang juga terdampak pandemi Covid-
19. Sebab, selama pandemi Covid-19 ini, banyak buruh yang dirumahkan, bahkan terkena PHK.
Selain itu, harga kebutuhan pokok, dan biaya kesehatan terus naik.
474

