Page 477 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 477

Pihaknya kukuh mendesak pemerintah menetapkan upah minimum mengacu Undang-undang
              Nomor 13 Tahun 2003 dan Peraturan Pemerintah Nomor 78 dalam menetapkan penyesuaian
              upah minimum 2022.

              Dia menjelaskan alasannya karena Undang-undang Cipta Kerja sedang digugat di Mahkamah
              Konstitusi, dan menganggap PP Nomor 36/2021 inkonstitusional karena di UU Cipta Kerja tidak
              ada landasan hukumnya untuk membuat peraturan turun mengenai pengupahan.

              "Dengan  demikian  serikat  pekerja  dalam  hal  ini  KSPI  dalam  menghitung  kenaikan  upah
              menggunakan dalil hukum yang lama, yaitu Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang
              Ketenagakerjaan pasal tentang pengupahan, dan Peraturan Pemerintah atau PP Nomor 78 tahun
              2015 yang belum dicabut," ujar Said.

              Lanjut dia, jika menggunakan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003, dasar penetapan upah
              minimum adalah KHL atau kebutuhan hidup layak. Hasil survei di 10 provinsi yang pihaknya
              lakukan, masing-masing di 5 pasar didapat total KHL rata-rata kenaikannya adalah 7% sampai
              10%.

              Sementara jika dihitung menggunakan di PP 78, di mana formula penghitungan kenaikan upah
              minimum menggunakan data inflasi dan pertumbuhan ekonomi, lanjut Said maka hitungan KSPI
              dari  September  2020 ke  September  2021  angka  yang  muncul  adalah  4%  sampai  6%  untuk
              kenaikan upah minimum 2022.

              "Yang bisa diputuskan oleh pemerintah adalah kenaikan upah minimum sebesar 5% sampai 7%,
              tuntutan serikat buruh 7% sampai 10%. Itu dasarnya, jadi semua ada dasarnya," tambahnya.












































                                                           476
   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482