Page 476 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 476
Judul Bos Buruh Protes Upah Cuma Naik Secuil: Lebih Buruk dari Zaman
Soeharto!
Nama Media detik.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5813902/bos-buruh-
protes-upah-cuma-naik-secuil-lebih-buruk-dari-zaman-soeharto
Jurnalis Trio Hamdani
Tanggal 2021-11-16 16:15:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak upah minimum rata-rata hanya naik
1,09% di 2022. Hal itu jauh dari angka kenaikan upah minimum yang diusulkan oleh KSPI di
angka 7% sampai 10%.
BOS BURUH PROTES UPAH CUMA NAIK SECUIL: LEBIH BURUK DARI ZAMAN
SOEHARTO!
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak upah minimum rata-rata hanya naik
1,09% di 2022. Hal itu jauh dari angka kenaikan upah minimum yang diusulkan oleh KSPI di
angka 7% sampai 10%.
"KSPI menolak dengan tegas dan keras kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah dalam
hal ini Menteri Ketenagakerjaan, terkait dengan kenaikan upah minimum yang kalau dilihat rata-
rata kenaikan upah minimum untuk tahun 2022 baik UMP di tingkat provinsi maupun UMK,
nampaknya nanti UMK di tingkat kabupaten/kota hanya 1,09%," kata Presiden KSPI Said Iqbal
dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/11/2021).
Menurutnya pemerintah lebih berpihak kepada pengusaha dalam menetapkan upah minimum
2022 ketimbang buruh. Dalam hal ini pemerintah dituding ingin mengembalikan rezim upah
murah.
"Dengan melihat perkembangan sikap pemerintah dalam hal ini Menteri Ketenagakerjaan yang
lebih memberikan proteksi kepada kalangan pengusaha atau pemilik modal, dibandingkan
memberikan juga perlindungan kepada kaum pekerja atau buruh atau pegawai atau karyawan
yang mengembalikan rezim upah murah jauh lebih buruk dari zaman Soeharto di Era Orde Baru,"
lanjut Said.
475

