Page 552 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 552
kisaran 5 persen sampai 10 persen. Terutama bagi industri atau perusahaan yang tidak
terdampak akibat pandemi Covid-19.
"Untuk (industri) yang tidak terdampak kami minta lima persen sampai dengan sepuluh persen,"
katanya kepada Kompas.com, Selasa (16/11/2021).
"Kita realistis saja, ada industri yang mati tapi ada industri yang tidak terdampak, ini harus
dibedakan. Harus ada kenaikan pada usaha pertambangan, manufaktur (padat karya),
pertanian, rumah sakit, farmasi. Kecuali hotel, pariwisata, restoran, bisnis hiburan adalah yang
terdampak," kata dia.
Penolakan yang sama juga diserukan oleh Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek). Presiden
Aspek Indonesia Mirah Sumirat menegaskan, upah minimum yang naik 1,09 persen tidak sesuai
dengan biaya hidup sekarang ini.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email "Angka 1,09 persen itu sama saja tidak ada kenaikan karena angka tersebut
juga tidak akan bisa menutupi kebutuham hidup pekerja atau buruh yang sejak pandemi sudah
sangat minus," ucapnya.
Mirah bilang, tidak menutup kemungkinan para pekerja/buruh akan melakukan aksi mogok
nasional secara besar-besaran menuntut kenaikan upah minimum yang layak. Sama halnya
dengan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal yang memastikan, bakal
ada 2 juta buruh akan mogok kerja secara nasional.
Perlu diketahui, pemerintah Selasa sore ini akan mengumumkan kenaikan upah minimum tahun
2022. Namun, telah dibocorkan saat seminar yang dihelat oleh Kemenaker bahwa upah minimum
akan naik sebesar 1,09 persen.
Dengan demikian, para gubernur di seluruh provinsi akan melakukan penyesuaian sekaligus
mengumumkan besaran upah minimum provinsi paling lambat 20 November. Sedangkan, untuk
kabupaten/kota, penyesuaian serta pengumumannya akan berlangsung pada 30 November.
551

