Page 551 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 551
Judul Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Minimum Versi Pemerintah
Nama Media kompas.com
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://money.kompas.com/read/2021/11/16/140832426/serikat-
buruh-tolak-kenaikan-upah-minimum-versi-pemerintah
Jurnalis Ade Miranti Karunia
Tanggal 2021-11-16 14:08:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Elly Rosita Silaban (Presiden KSBSI) Untuk (industri) yang tidak terdampak kami minta
lima persen sampai dengan sepuluh persen
neutral - Elly Rosita Silaban (Presiden KSBSI) Kita realistis saja, ada industri yang mati tapi ada
industri yang tidak terdampak, ini harus dibedakan. Harus ada kenaikan pada usaha
pertambangan, manufaktur (padat karya), pertanian, rumah sakit, farmasi. Kecuali hotel,
pariwisata, restoran, bisnis hiburan adalah yang terdampak
negative - Mirah Sumirat (Presiden ASPEK Indonesia) Angka 1,09 persen itu sama saja tidak ada
kenaikan karena angka tersebut juga tidak akan bisa menutupi kebutuham hidup pekerja atau
buruh yang sejak pandemi sudah sangat minus
Ringkasan
Upah minimum tahun 2022 yang telah diputuskan akan naik sebesar 1,09 persen menuai
penolakan dari sejumlah serikat pekerja.
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya kenaikan
upah minimum tersebut, Namun KSBSI menuntut agar upah minimum tahun depan naik di
kisaran 5 persen sampai 10 persen. Terutama bagi industri atau perusahaan yang tidak
terdampak akibat pandemi Covid-19.
SERIKAT BURUH TOLAK KENAIKAN UPAH MINIMUM VERSI PEMERINTAH
JAKARTA, - Upah minimum tahun 2022 yang telah diputuskan akan naik sebesar 1,09 persen
menuai penolakan dari sejumlah serikat pekerja.
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya kenaikan
upah minimum tersebut, Namun KSBSI menuntut agar upah minimum tahun depan naik di
550

