Page 580 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 580

Namun demikian, tidak semua provinsi akan mengalami kenaikan UMP 2022. Ada empat provinsi
              yang tidak mengalami kenaikan UMP, yakni Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan,
              dan Sulawesi barat. "Empat provinsi nilai upah minimum 2021-nya ternyata lebih tinggi dari
              batas atas sehingga upah minimum 2022 ditetapkan sama dengan 2021," paparnya.

              Dia menambahkan, kenaikan upah ini menyesuaikan dengan kondisi provinsi, kabupaten, dan
              kota masing-masing. Yang pasti, kata dia, Kemenaker mendukung proses penetapan UMP dari
              gubernur masing-masing.

              Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai, ada beberapa hal yang
              patut  untuk  disorot  dalam  penentuan  dan  penetapan  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  2022.
              Pertama, sudut pandang antara para buruh di satu sisi dengan pengusaha dan pemerintah di
              sisi lain berbeda secara hukum.

              Menurutnya,  dari  sisi  buruh,  pihaknya  tetap  mengacu  pada  Undang-Undang  (UU)  Nomor  13
              Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015
              tentang Pengupahan.

              Sedangkan dari kalangan pengusaha dan pemerintah menggunakan Undang-Undang Nomor 11
              Tahun  2020  tentang  Cipta  Kerja  (UU  Ciptaker)  dan  PP  Nomor  36  Tahun  2021  tentang
              Pengupahan. Dia mengatakan, argumentasi buruh yang berpegang pada Undang-Undang (UU)
              Nomor 13 Tahun 2003 adalah karena UU Ciptaker klaster ketenagakerjaan maupun PP Nomor
              36 Tahun 2021 saat ini sedang dapal proses gugatan dan putusannya belum berkekuatan hukum
              tetap (inkracht).

              UU  Ciptaker,  kata  Said,  juga  masih  dalam  proses  gugatan  dan  persidangan  di  Mahkamah
              Konstitusi. Menurut Said, bagi para buruh dan serikat pekerja, ketika belum ada putusan inkracht
              maka UU dan PP itu tidak bisa secara langsung dipergunakan. Artinya, undang-undang atau PP
              yang lama yang digunakan. "Tapi pengusaha dan pemerintah ngotot, jalan terus.

              Mereka  mau  menggunakan  PP  Nomor  36  Tahun  2021  yang  dasarnya  Undang-Undang  Cipta
              Kerja, ini kan inkonstitusional dan abal-abal. Jadi selain ditolak oleh kalangan buruh, dasar itu
              juga udah inkonstitusional, abal-abal pula," tegas Said saat dihubungi KORAN SINDO, di Jakarta,
              Senin (15/11).

              Kedua, kata Said, dengan melihat dasar hukum yang dipergunakan oleh pemerintah bersama
              pengusaha maka dasar formulasi upah yang dikeluarkan oleh Menteri Ketenagakerjaan baru-
              baru ini ditolak oleh para buruh dan serikat pekerja termasuk KSPI. Ketiga, para buruh dan
              serikat pekerja mengusulkan kenaikan UMP untuk 2022 berkisar 7 % hingga 10 %.

              Dasar  usulan  kenaikan  itu  di  antaranya  adalah  PP  Nomor  78  Tahun  2015  serta  inflasi  dan
              pertumbuhan ekonomi kurun September 2020 hingga September 2021. "Kita juga menggunakan
              dasar perhitungan kebutuhan hidup layak (KHL) di pasarpasar di 10 provinsi yang kita survei.

              Di setiap provinsi, kita ambil lima pasar. 10 provinsi itu kota-kotanya di antaranya adalah Jakarta,
              Bandung,  Surabaya,  Karawang,  Tangerang,  Batam,  dan  Makassar.  Rata-rata  hasil  survei  itu
              muncul angka 7- 10%. Makanya itulah yang kita usulkan. Jadi bukan sekadar kita usul tanpa
              dasar," ujarnya.

              Kalangan pengusaha berpendapat bahwa formula kenaikan UMP tidak akan bermasalah dan jadi
              persoalan rutin setiap tahun apabila sesuai dengan PP Nomor 36.

              "Jika  penetapan  upah  minimum  ini  bisa  sesuai  dengan  PP  Nomor  36  tersebut  tentunya  isu
              mengenai pengupahan ini tidak lagi menjadi persoalan yang berulang setiap tahunnya. Kami



                                                           579
   575   576   577   578   579   580   581   582   583   584   585