Page 579 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 579

upah minimum kali ini. Sehingga federasi pekerja tidak menentukan kenaikan upah berdasarkan
              kebutuhan hidup layak (KHL)
              neutral  -  Hariyadi  Sukamdani  (Ketua  Apindo)  Kita  berharap  agar  pemerintah  dan  dewan
              pengupahan dalam menetapkan UMP berpedoman pada PP No.36 2021 dan mengacu data resmi
              dari  BPS  provinsi  menyangkut  pertumbuhan  ekonomi,  inflasi,  paritas  daya  beli,  tingkat
              penyerapan tenaga kerja dan median upah



              Ringkasan

              Setiap  tahun  persoalan  upah  minimum  provinsi  (UMP)  menjadi  isu  utama  para  pemangku
              kepentingan terkait. Di sisi pekerja, tuntutan kenaikan UMP menjadi agenda utama. Di lain pihak
              seperti  pemerintah  tidak  serta-merta  menuruti  tuntutan  kenaikan  upah  karena  berbagai
              pertimbangan. Tahun ini di mana kondisi ekonomi masih dalam tahapan pemulihan ekonomi
              akibat  dampak  pandemi  Covid-19,  pemerintah  tampaknya  sangat  berhati-hati  menetapkan
              angka  UMP  2022.  Kendati  demikian,  kemarin  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)
              akhirnya menyatakan bahwa rata-rata penyesuaian atau kenaikan upah minimum tahun depan
              sebesar 1,09%.



              KENAIKAN UMP HARUS PERTIMBANGKAN KONDISI PANDEMI
              Setiap  tahun  persoalan  upah  minimum  provinsi  (UMP)  menjadi  isu  utama  para  pemangku
              kepentingan terkait. Di sisi pekerja, tuntutan kenaikan UMP menjadi agenda utama. Di lain pihak
              seperti  pemerintah  tidak  serta-merta  menuruti  tuntutan  kenaikan  upah  karena  berbagai
              pertimbangan.
              Tahun ini di mana kondisi ekonomi masih dalam tahapan pemulihan ekonomi akibat dampak
              pandemi Covid-19, pemerintah tampaknya sangat berhati-hati menetapkan angka UMP 2022.
              Kendati  demikian,  kemarin  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemenaker)  akhirnya  menyatakan
              bahwa rata-rata penyesuaian atau kenaikan upah minimum tahun depan sebesar 1,09%.

              Kendati  demikian,  kenaikan  UMP  di  masing-masing  daerah  tergantung  kepada  keputusan
              gubernur yang menetapkan. Artinya, bisa saja UMP di sebuah provinsi kenaikannya lebih dari
              rata-rata  yang  disebutkan  Kemenaker  yang  keputusannya  berdasarkan  data  Badan  Pusat
              Statistik (BPS).

              Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI JSK) Kemenaker
              Indah  Anggoro  Putri  mengatakan,  kenaikan  UMP  2022  sudah  sesuai  dengan  Peraturan
              Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 Tentang Pengupahan. Kenaikan ini sudah dibahas di
              Dewan Pengupahan Nasional

              "Ini  formula  bukan  dari Kemenaker  saja,  tetapi kami  dengan  Dewan  Pengupahan  Nasional,"
              ucapnya dalam konferensi pers virtual kemarin.

              Berdasarkan data terkini yang disampaikan Kemenaker, secara nominal UMP terendah berlaku
              di Jawa Tengah (Jateng) yakni Rp1.813.011 dan tertinggi di DKI Jakarta sebesar Rp4.453.724.
              "Saya bilang tergantung nanti gubernur yang menetapkan. Bukan berarti semua provinsi naik
              1,09%.  Hati-hati  ya  memahaminya,"  ujarnya  dalam  konferensi  virtual,  Senin  (15/11)  seperti
              dikutip dari SINDONews.com





                                                           578
   574   575   576   577   578   579   580   581   582   583   584