Page 593 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 593

UMP 2022 DITEKEN GUBSU 21 NOVEMBER

              Upah Minimum Provinsi (UMP) Tahun 2022 akan diteken 21 November 2021. Gubernur Sumatera
              Utara  (Gubsu)  Edy  Rahmayadi  menegaskan  akan  menetapkan  dengan  seadil-adil-nya  untuk
              Sumut Bermartabat.

              Edy akan menghimpun semua masukan dari para pekerja, akademisi hingga pengusaha untuk
              menentukan besaran UMP. Penentuan UMP juga akan melihat dari berbagai aspek, mulai dari
              pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan lain sebagainya.

              "Yakinkan Anda semua, bahwa saya akan berbuat adil, demi Tuhan, demi Allah, saya tak ada
              melihat kanan dan kiri, saya berbuat netral untuk kesejahteraan rakyat saya, itu cita-cita pada
              saat saya bersumpah menjadi Gubernur Sumut," ungkap Edy Rahmayadi saat bertemu dengan
              para perwakilan serikat buruh di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Senin
              (15/11).

              Hadir  di  antaranya  Pangdam  I/Bukit  Barisan  Mayjen  TNI  Hassanudin  dan  Kepala  Kepolisian
              Daerah (Kapolda) Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

              Edy menyampaikan, semua pihak harus didudukkan untuk menemukan jalan tengah mengenai
              penetapan  upah.  Untuk  itu,  setelah  bertemu  dengan  pekerja/buruh,  gubernur  juga  akan
              mengundang para pengusaha untuk meminta masukan terkait besaran upah.

              Pemerintah hadir di tengah-tengah antara pekerja dan pengusaha. Meski sejujurnya, gubernur
              sangat  ingin  menetapkan  UMP  yang  tinggi.  "Kalau  saya  boleh  jujur,  kalau  bisa  kalian
              (pekerja/buruh) kaya semua," katanya.

              Ia juga meminta kepada para pekerja agar memercayainya saat menerapkan UMP 2022. Selama
              pandemi, Gubsu telah meminta pengusaha agar tidak melakukan PHK dan lain sebagainya.
              Kapolda Sumut RZ Panca Putra yang hadir dalam pertemuan itu menyampaikan. pemerintah
              akan mendengarkan semua masukan yang hadir. Menurutnya, tidak ada permasalahan yang
              tidak bisa diselesaikan. Kuncinya adalah komunikasi.

              "Saya yakin kita berkumpul membahas apa yang jadi harapan dan keinginan pekerja, kalau gaji
              teman teman naik saya juga senang. " kata Kapolda.

              Sebagai  informasi,  UMP  Sumut  tahun  2021  sebesar  Rp2.4  juta.  Ketua  DPD  Serikat  Pekerja
              Nasional Sumut Anggiat Pasaribu mengharapkan agar UMP tahun 2022 naik hingga 16%.

              "Sekarang kondisinya (pandemi) sudah mulai normal, kita harap kenaikan upah rata-rata 7-8%
              per tahun, karena tahun lalu tidak naik, makanya untuk UMP tahun 2022 kita tuntut naik 16%,
              " kata Anggiat.

              Sementara itu. Ketua Serikat Buruh Merdeka Indonesia Rintang Berutu berharap Gubsu memberi
              perhatian kepada para pekerja, terutama dalam hal kenaikan UMP. "Kami yakin Bapak akan bijak
              mengingat nasib buruh (upah) yang tahun lalu tidak naik, kami percayakan Bapak sebagai orang
              yang menandatangani agar memberi perhatian pada pekerja," ucapnya.

              Tak Naik

              Terpisah,  Dirjen  Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja,  Indah
              Anggoro  Putri  memaparkan  ada  empat  provinsi  yang tidak  menaikkan upah  minimum  tahun
              (Bersambung ke hal. S) 2022. Sebab, nilai upah minimum tahun 2021 di empat provinsi itu lebih
              tinggi dari Batas Atas upah minimum. Jadi, upah minimum tahun 2022 ditetapkan nilainya sama
              dengan upah minimum 2021.

                                                           592
   588   589   590   591   592   593   594   595   596   597   598