Page 589 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 589

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 45 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program
              Jaminan Pensiun, besaran iuran dievaluasi setiap 3 tahun sekali dengan mempertimbangkan
              kondisi  ekonomi  nasional  dan  perhitungan  kecukupan  kewajiban  aktuaria.  Hasil  evaluasi
              digunakan sebagai dasar untuk penyesuaian kenaikan besaran iuran secara bertahap menuju 8
              persen.

              "Pertama kali Jaminan Pensiun ini mulai 2015. Tahun 2018 di- review dan disepakati tidak naik
              karena pertimbangan dari sisi aktuaria ketahanan dana dan kondisi ekonomi, sehingga diputus
              tidak naik, tetap 3 persen. Tiga tahun berikutnya berarti tahun ini," ujar Anggoro dalam rapat
              kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Ketenagakerjaan, Senin (15/11/2021).

              Untuk itu, pihaknya akan kembali melakukan pembahasan besaran iuran Jaminan Pensiun untuk
              melihat kemungkinan apakah besaran iuran bisa mulai dinaikkan.

              "Tapi ini masih dalam proses," katanya.

              Dalam  rapat  dengar  pendapat  dengan  Komisi  IX  DPR  RI,  Selasa  (28/9/2021),  Direktur
              Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntor
              menyampaikan bahwa pembayaran manfaat pensiun dari waktu ke waktu terus tumbuh secara
              eksponensial.

              Berdasarkan kajian yang telah dilakukan, diproyeksikan mulai 2060 sudah ada persinggungan
              antara pembayaran manfaat dengan penerimaan iuran. Saat itu, rasio klaim Jaminan Pensiun
              diperkirakan sudah di atas 100 persen.

              "Artinya,  mulai  2057  sudah  terjadi  penggunaan  hasil  investasi  untuk  digunakan  sebagai
              pembayaran manfaat pensiun. Bila tidak dilakukan penyesuaian terkait iuran, aset [dana jaminan
              sosial pensiun] akan habis 2072. Ini jadi isu besar yang harus kami antisipasi," kata Pram.









































                                                           588
   584   585   586   587   588   589   590   591   592   593   594