Page 603 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 603

UPAH MINIMUM NAIK RERATA 1,09%

              Kenaikan  rata-rata  upah  minimum  provinsi  (UMP)  pada  2022  sebesar  1,09%.  Kementerian
              Ketenagakerjaan  mengungkapkan  angka  tersebut  diperoleh  dengan  menggunakan  formulasi
              penghitungan baru yang mengacu Peraturan Pemerintah No. 36/2021 tentang Pengupahan.

              Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemenaker,
              Indah Anggoro Putri, mengatakan UMP terendah pada 2022 berada di Jawa Tengah dengan
              nominal  Rp  1.813.011,  dan  UMP  tertinggi  di  DKI  Jakarta  sebesar  Rp4.453.724.  "Rata-rata
              penyesuaian upah minimum [2022] 1,09 persen. Saya tidak bilang bahwa ini upah minimum
              provinsi,  ini  rata-rata  penyesuaian  upah  minimum  tahun  depan,"  kata  Putri  dalam  Seminar
              Terbuka Proses Penetapan Upah Minimum 2022 secara daring, Senin (15/11).

              Putri  mengatakan  1,09%  merupakan  rata-rata  kenaikan  upah  minimum  seluruh  provinsi.
              Keputusan  akhir  persentase  kenaikan  akan  kembali  kepada  gubernur  setiap  provinsi  dan
              mengacu  pada  data-data  yang  diterbitkan  BPS.  "Penyesuaian  upah  minimum  tergantung
              gubernur yang menetapkan, bukan berarti semua provinsi naik 1,09 persen," katanya.

              UMP 2022 ditetapkan pada nilai tertentu di antara batas atas dan batas bawah pada wilayah
              bersangkutan dengan menggunakan formula penyesuaian sebagaimana diatur PP No. 36/2021.
              Penyesuaian UMP tidak boleh melampaui batas atas.
              Putri mengatakan UMP 2022 di empat provinsi akan sama dengan 2021 karena nilainya telah
              melampaui  batas  atas  upah  minimum.  Keempat  provinsi  tersebut  adalah  Sumatra  Selatan,
              Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat. [Lihat Grafis]. "Kalau dinaikkan lagi dia
              akan makin melambung tidak bagus," katanya.

              Penetapan UMP 2022 paling lambat diumumkan gubernur setiap provinsi pada 21 November
              2021. Sementara upah minimum kabupaten/kota (UMK) diumumkan paling lambat 30 November
              2021.
              Kemungkinan Naik

              Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan jika mengacu kepada pertumbuhan ekonomi
              DIY yang mencapai 4%, kemungkinan besar UMP DIY naik. "Kalau tidak salah hitung, kenaikan
              UMP kita cukup bagus. Jika mengacu pada rilis pertumbuhan kan lebih dari 4 [persen] ya. Empat
              sekian persen untuk triwulan terakhir. Ini saya kira akan membuat UMP-nya meningkat," kata
              Aji.

              Hanya saja, Aji belum bisa memastikan berapa kenaikan UMP 2022. Aji menyatakan penetapan
              UMP  akan  dilakukan  paling  lambat  18  November.  Sebelum  ditetapkan, akan  ada  rapat yang
              digelar Pemda DIY bersama dengan kabupaten dan kota di DIY. "Paling lambat ' penetapannya
              kan  21  [hari  Minggu].  Sabtu  kami  libur,  ya  maksimal  Jumat.  Sebelumnya  kami  akan  rapat
              penetapan Gubernur selambat-lambatnya 18 November," ucap Aji.
              Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi, mengungkapkan sebelum mengajukan rekomendasi
              kepada  Gubernur  DIY,  jawatannya  bersama  dengan  sejumlah  pihak  telah  menggelar  rapat
              Dewan Pengupahan, Jumat (12/11).

              Hanya  saja,  Aria  enggan  membeberkan  besaran  kenaikan  dan  besaran  UMP  yang  akan
              ditetapkan. "Yang jelas akan diumumkan pekan ini," ujarnya. Sekjen DPD Konfederasi Serikat
              Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY, Irsyad Ade Irawan, mengaku walk out saat rapat Dewan
              Pengupahan  yang  digelar  di  Kantor  Disnakertrans  DIY.  Sebab,  penetapan  UMP  2022,  yang
              mengacu  pada  PP  36/2021  tentang  Pengupahan  dinilai  telah  mematikan  gerak  Dewan
              Pengupahan yang telah dibentuk. (JIBI/Bisnts Indonesia)

                                                           602
   598   599   600   601   602   603   604   605   606   607   608