Page 606 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 606

produksi, dalam hal ini meningkatkan biaya tenaga kerja. Kondisi keuangan perusahaan saat ini
              dinilai belum stabil, pun kapasitas produksi barang dan jasa belum maksimal. Selain itu UMP
              Sulut  saat  ini  urutan  ketiga  tertinggi  di  Indonesia  setelah  DKI  Jakarta  dan  Papua  yang  bisa
              menjadi daya tank tenaga kerja luar daerah untuk masuk ke Sulut.

              Tentunya penetapan UMP akan dihadapkan pada dua kepentingan, yaitu kepentingan pekerja
              dan kepentingan pengusaha. Dua kepentingan ini harus disatukan agar penetapan UMP dapat
              diterima kedua belah pihak, juga dengan mempertimbangkan dengan daya tarik investor untuk
              menanamkan dananya di Sulut. Tingginya UMP akan mengurangi niat investor untuk masuk ke
              Sulut karena pasti biayanya besar.

              Karenanya jika UMP tidak naik harus dimaklumi pada kondisi ekonomi yang rawan saat ini. Meski
              begitu, perlu diperhatikan peningkatan produktrvrtas pekerja agar semakin baik. Penetapan UMP
              juga jangan terjebak pada ilusi uang atau money iilusion yang mana sesungguhnya kenaikan
              nilai  nominal  upah  naik  tanpa  memperhatikan  nilai  riil.  Artinya  kenaikan  upah  akan
              mengakibatkan harga naik alias inflasi. Sebenarnya yang diharapkan adalah nilai nominalnya
              upah adalah juga kenaikan riil pendapatan.
              Sesungguhnya pekerja merupakan aset perusahaan sebagai modal perusahaan. Pada dasarnya
              pekerja  sesungguhnya  tahu  persis  kondisi  perusahaan  tempatnya  bekerja  beserta  persoalan
              ekonomi  negara  bahkan  dunia  saat  ini.  Persoalan  pengupahan  ini  bisa  saja  disepakati  oleh
              pengusaha  dan  pekerja  saja.  Namun  bentuk  kehadiran  Dewan  Pengupahan  dan  pemerintah
              dalam memberikan solusi atas kepentingan pengupahan di antara pengusaha dan pekerja adalah
              dengan menetapkan upah yang rasional, (ara)
















































                                                           605
   601   602   603   604   605   606   607   608   609   610   611