Page 609 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 NOVEMBER 2021
P. 609

median upah buruh, hingga varietas daya beli masyarakat. "Banyak indikator data harus diperhi-
              tungkan dalam berhitung UMP ini." ujarnya.
              Kata dia, masing-masing provinsi menghitung sesuai kondisi daerah. Sama seperti pemerintah
              menggunakan dasar PP Nomor 36 Tahun 2021. Unsur akademisi/perguruan tinggi juga demikian.
              Dari  dokumen  diperoleh  Tribun.  pihak  akademisi  menyimpulkan,  berdasarkan  analisis  dasar
              perhitungan data BPS sesuai Pasal 27 ayat 4 PP 36 Tahun 2021 di mana batas atas UMP lebih
              rendah dari UMP sebelumnya, maka UMP diusulkan tetap. UMP tahun 2022 sama dengan UMP
              2021 diharapkan memacu pertumbuhan ekonomi. pertumbuhan investasi yang akan berkorelasi
              dengan pertumbuhan lapangan kerja bagi kesejahteraan tenaga kerja di Sulut.

              Tidak naik

              Robert Najoan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut mengatakan, formula itu
              sesuai  data  ekonomi  yang  dikeluarkan  Badan  Pusat  Statistik.  Banyak  komponennya  semisal
              pertumbuhan ekonomi. PDRB. rata-rata jumlah konsumsi per kapita, keluarga pekerja dan lain-
              lain. "Formula ini nanti ada batas atas dan batas bawah UMP." kata Robert yang masuk di dalam
              Dewan Pengupahan.

              Hasil perhitungan ternyata batas atas UMP lebih kecil dari UMP 2021 yang berlaku sekarang.
              UMP  Sulut  2021  yang  berlaku  Rp3.310.723.  sementara  perhitungan  batas  atas  UMP  2022
              Rp3.187.245. sementara batas bawah Rp 1.593.622. "UMP saat ini saja sudah melebihi batas
              atas." ungkap dia

              Najoan  mengatakan.  UMP  Sulut  pun  sudah  tertinggi  ketiga  se  Indonesia.  Sesuai  peraturan
              pemerintah.  perwakilan  pengusaha  menilai  tidak  perlu  ada  penyesuaian  UMP.  '  Bukan
              mendahului gubernur. UMP tidak perlu ada penyesuaian." kata dia.

              Jika merujuk aturan UMP 2022 tetap sama tidak ada kenaikan. "Pengusaha taat azas sesuai
              aturan pemerintah." ujarnya.
              Apalagi ekonomi saat ini melambat. perusahaan-perusahaan sedang melakukan efisiensi supaya
              bisa bertahan. "Lalu UMP naik bisa bahaya. Jadi pihak pengusaha sepakat dengan apa yang
              diatur oleh peraturan pemerintah." kata dia.

              Senada dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulut Nico Lieke. Menurut dia.
              kenaikan tidak diperlukan karena UMP Sulut sudah dua kali lipat jika dibandingkan daerah-daerah
              lain khususnya di Jawa. Nico membandingkan UMP Sulut dengan beberapa daerah seperti Jawa
              Tengah. Yogyakarta. Jawa Timur, hingga Gorontalo dan Sulawesi Tengah yang berada di kisaran
              Rp 1.7 juta-Rp2.5 juta.

              "Yang  terjadi  justru  pekerja-pekerja  dari  daerah  lain  khususnya  Jawa  berbondong-bondong
              datang ke Sulut karena UMP-nya tinggi. Pekerja asli Sulut bukannya semakin sejahtera justru
              semakin sengsara." ujar Nico. Ditambah lagi, pekerja yang datang dari luar daerah Sulut diberi
              fasilitas lebih.

              Meski pertumbuhan ekonomi Sulut cukup tinggi yaitu sekitar 2.6 persen, para pengusaha swasta
              masih harus beijuang karena pendapatan yang minus dibanding sebelum pandemi Covid-19.
              "Negara juga sudah diberi pilihan untuk lebih banyak menyerap tenaga kerja. bukan menaikkan
              gaji pegawai yang sudah ada melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja
              dan PP Nomor 31 Tahun 2020." tambah Nico.

              Selain itu Nico berpendapat kenaikan UMP Juga akan berdampak pada harga kebutuhan pokok
              yang ikut naik. Menurut dia. yang terpenting justru menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil
              dibanding menaikkan UMP.

                                                           608
   604   605   606   607   608   609   610   611   612   613   614